Pulang KPPD Lemhannas Langsung ke Lokasi Karhutla, Bupati Afni: Jaga Siak Zero Firespot!

Monang Lubis • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 13:33 WIB
Bupati Siak Afni Z bersama Wakil Bupati Syamsurizal dan Kapolres Siak AKBP sepuh Ade Irsyam Siregar mendatangi lokasi pembukaan lahan yang diduga kuat menjadi salah satu penyebab karhutla di wilayah Dayun, Sabtu (12/9/2026).(Istimewa)
Bupati Siak Afni Z bersama Wakil Bupati Syamsurizal dan Kapolres Siak AKBP sepuh Ade Irsyam Siregar mendatangi lokasi pembukaan lahan yang diduga kuat menjadi salah satu penyebab karhutla di wilayah Dayun, Sabtu (12/9/2026).(Istimewa)

 

SIAK (RIAUPOS,COP) - Tidak menunggu lama. Begitu menjejakkan kaki kembali pulang pendidikan KPPD IV Lemhannas di Jakarta, Bupati Siak Dr Afni Z MSi, langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dayun.

Afni tiba bersama suaminya Triono Dul Hakim, sekitar pukul 16.30 WIB, di perbatasan Kampung Sukamulya dan langsung menyalami petugas satgas darat yang tampak kelelahan setelah memadamkan karhutla. Satu per satu pasukan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, MPA, Satpol PP, tim pemadam swasta, tim kecamatan dan kampung disalaminya.

Di lokasi kunjungan ada Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Kapolres Siak Sepuh AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar SH SIK MH dan jajaran, Kepala BPBD Siak Novendra, Kadaops Manggala Agni Siak Ikhsan, dan para pihak lainnya.

 Baca Juga: Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Pekanbaru, Wako Agung Ajak 3.500 Anggota Jadi Pelopor Aksi Nyata

"Terima kasih semuanya. Alhamdulillah per hari ini Siak sudah zero firespot, kita jaga bersama Siak bebas titik api. Tinggal pendinginan dan memastikan semuanya aman. Saya terus memantau dan mengawal perkembangan tiap hari," kata Afni, Sabtu (12 /9/2026) petang

Sudah dua pekan Afni mengikuti KPPD IV Lemhannas di Jakarta. Menjadi satu-satunya Kepala daerah dari Riau yang ditunjuk mengikuti pendidikan di angkatan tersebut. Meski pendidikan, hampir tiap saat Afni mengupdate perkembangan situasi karhutla, menunjukkan tanggungjawab pengendalian karhutla masih dalam komando kepemimpinannya.

"Mohon maaf baru bergabung lagi hari ini di lapangan. Baru landing tadi dan langsung kesini. Saya bersyukur Siak punya Forkompimda yang kompak memimpin pengendalian karhutla ini. Kapolres dan Dandim bahkan memimpin langsung di lokasi, juga ada Wabup,” tambahnya.

 Baca Juga: Bhabinkamtibmas Imbau Jangan Buka Lahan Dengan Cara Membakar saat PT RLZ Bentuk MPA Desa Peladangan

Pada lokasi Dayun berbatasan Kampung Sukamulya ini, luasan terbakar mencapai 40 hektar. Dengan jenis lahan gambut dan tanaman rawa yang mudah terbakar, pemadaman membutuhkan 9 hari kerja dengan melibatkan 1.330 personil (OH). Saat ini titik api sudah padam dan tinggal pendinginan.

Karhutla di Siak mayoritas berada dalam kawasan hutan. Diantaranya di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Taman Nasional Zamrud, dan lahan Perhutanan Sosial. Semua titik api pada kawasan di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan ini sudah berhasil dipadamkan oleh Tim Satgas Karhutla.

"Saya berterima kasih pada Satgas Provinsi terutama Kapolda dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Mengirimkan bantuan water boombing dan personel. Juga pada Gubernur mengirim Satpol PP. Ini hasil kerja kolaborasi dan gotong royong bersama," kata Afni.

 Baca Juga: Kabut Asap Mengancam Ibu Hamil di Riau, RS Awal Bros Ingatkan Bahaya Ini

Selanjutnya bupati perempuan pertama di Negeri Istana itu akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebagian besar lokasi yang terbakar berada dalam kawasan hutan dan lahan milik Negara yang diklaim sepihak.

"Kami mendukung penuh penegakan hukum yang sedang dilakukan Polres Siak. Tidak boleh ada klaim pada lahan milik Negara. Kami juga sudah mengeluarkan maklumat melalui surat edaran, agar semua Camat, Lurah, dan Penghulu, tidak mengeluarkan surat keterangan apapun di kawasan hutan dan lahan milik negara lainnya, salah satunya sebagai upaya pencegahan Karhutla," kata Afni.

Usai mengunjungi posko tim satgas, Bupati Siak bersama Wakil Bupati dan Kapolres Siak mendatangi lokasi pembukaan lahan yang diduga kuat menjadi salah satu penyebab karhutla. Disini masih tampak ada garis polisi dan plang penegakan hukum yang dipasang Polres Siak.

 Baca Juga: Hujan Merata, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis

Lahan ini hutan rawa gambut yang harusnya basah, tapi dipaksa kering. Sangat merusak lingkungan. Padahal ini daerah penangkap air, tapi mau dibuat jadi ladang sawit.

“Kita tak akan biarkan ini terjadi. Kami mendukung penuh penegakan hukum yang dilakukan Polres Siak. Tidak boleh ada asal klaim di lahan milik negara," tegas Afni.(mng)

Editor : Edwar Yaman
zero firespot bupati siak karhutla lemhanas afni zulkifli