SIAK (RIAUPOS.CO)- Perbaikan akses jalan menjadi dambaan masyarakat. Namun, kondisi transfer ke daerah (TKD) hanya memungkinkan dilakukan perbaikan secara berkala.
Dan sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan yang beroperasi dan menggunakan jalan diminta untuk berpartisipasi dalam perbaikan itu.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Siak Ardi Irfandi, Senin (21/9/2026) siang.
Baca Juga: Satres Narkoba Polres Inhu Bongkar Rantai Peredaran Sabu, Tiga Tersangka Diamankan
Lebih jauh disebutkan Ardi, pihaknya sudah melakukan penandatanganan kesepahaman dengan 11 perusahaan pada Senin (31/8/2026) di Ruang Rapat Zamrud, Komplek Rumah Rakyat.
Perusahaan bersedia ikut membantu melakukan perbaikan jalan di dua ruas jalan yang menjadi prioritas dalam MoU itu.
Untuk tahap pertama, ada dua ruas jalan yang menjadi prioritas dalam MoU itu, ruas Tumang-Muara Kelantan dengan Nomor Ruas: 140512001 dengan panjang penanganan 11,7 Km oleh PT RAPP dan PT SSL.
Baca Juga: Harga Minyak Global Beri Tekanan Bursa Saham
Sementara ruas Simpang KITB-Sungai Rawa, Sungai Apit dengan No Ruas: 140505030. Panjang penanganan 6,44 Km, penanganan oleh sembilan perusahaan, terdiri dari PT Eka Sapta Paramita Energi, selebihnya atau 42 persen, oleh PT Besti, PT JPJ, PT RSB, PT SKY, PT IGE, PT ZAI, PT BFI dan PT Triomass FDI.
“Upaya ini kami lakukan mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, karena kedua jalan itu kondisinya sangat parah,” ucapnya.
Sudah dua pekan, progres perbaikan di ruas Simpang KITB-Sungai Rawa, Sungai Apit dengan nomor ruas: 140505030, panjang penanganan 6,44 Km, sudah 50 persen lebih.
Baca Juga: Satu Prestasi, Seribu Inspirasi: Pelajar Binaan EMP Energi Riau Raih Prestasi di GFLN
Dan progres 50 persen lebih ini, yang bergerak baru PT ESPE, karena punya kewajiban 58 persen, dan beberapa perusahaan lainnya.
“Kami menunggu semangat perusahaan yang sudah menandatangani MoU untuk merealisasikannya, karena masyarakat tiga desa yang melintasi jalan itu, mengharapkan jalan kembali nyaman itu dilintasi,” kata Kadis Ardi.
Karena ini wilayah Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), banyak truk bermuatan, terutama cangkang yang melintasi.
Sementara untuk ruas Tumang-Muara Kelantan dengan Nomor Ruas: 140512001 dengan panjang penanganan 11,7 Km oleh PT RAPP dan PT SSL, belum ada progres.
Baca Juga: Afif, Anak Siak Juara II MTQ Nasional di Semarang
“Ruas Tumang-Muara Kelantan yang sudah cukup lama mengalami kerusakan, sedang direalisasikan PT RAPP,” tegas Kadis Ardi.
Secara hukum, pemeliharaan jalan kabupaten adalah tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, dengan kondisi keuangan saat ini, dukungan dari perusahaan melalui program CSR sangat membantu.
“Kami memiliki tanggung jawab terhadap hampir 1.500 Km jalan kabupaten,” sebutnya.
Sementara untuk membangun 1 Km jalan aspal dibutuhkan 4-5 miliar, dan jalan beton 7-10 miliar.
Baca Juga: Didesak Mundur oleh Suporter Muslim MU
“Dengan kondisi anggaran saat ini, kami harus mencari jalan keluar bersama,” jelasnya.
Kondisi dua ruas jalan tersebut yang sangat memprihatinkan akibat tingginya aktivitas kendaraan yang melintas setiap hari. Ruas Tumang-Muara Kelantan dan Simpang KITB-Sungai Rawa luar biasa parahnya.
“Kami tidak bisa hanya mengeluh. Karena itu kami mengapresiasi perusahaan yang hari ini bersedia ikut membantu,” katanya.
Kadis Ardi menegaskan, bantuan tidak dalam bentuk uang tunai, tapi sarana fisik jalan yang dikerjakan dan bisa langsung dinikmati masyarakat setempat.
Demikian juga dengan jalan di Perawang Barat, sebelumnya mendapat bantuan pusat 1 Km, kini bertambah menjadi 3,5 Km, dan itu berkat kerja keras Bupati Siak Afni Z bersama tim.(mng)
Editor : Eka G Putra