Cegah Pendangkalan dan Banjir, Pencucian Sungai sepanjang 14 Km di Dua Kecamatan di Dimulai

Monang Lubis • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:38 WIB
Ekskavator amphibi PC200 melakukan pembersihan Sungai Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak yang mengalami pendangkalan, Selasa (22/9/2026).(Istimewa)
Ekskavator amphibi PC200 melakukan pembersihan Sungai Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak yang mengalami pendangkalan, Selasa (22/9/2026).(Istimewa)

SIAK (RIAUPOS.CO)- Pemkab Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pembersihan sungai menggunakan alat berat  atau ekskavator amphibi PC 200 milik Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III.

Dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Siak Ardi Irfandi, pihaknya dipinjami alat berat, dan ini yang pertama.

“Kami tidak mengeluarkan biaya, kecuali operasional dan bahan bakar,” kata Kadis Ardi.

 Baca Juga: Wako Agung Luncurkan MPP Mini di Empat Kecamatan, Dekatkan Pelayanan Perizinan ke Masyarakat

Sungai Mengkapan yang mengalami pendangkalan proses pencucian. Panjang sungai yang akan dicuci 5 Km, dan bantuan dari BWSS III untuk operasional dan bahan bakar 4 Km, jadi totalnya 9 Km.

“Terima kasih BWSS atas bantuan alat beratnya, kami akan manfaatkan dengan sebaik baiknya,” kata Kadis Ardi.

Selama ini pihaknya hanya menggunakan amphibi PC100, dan hasilnya kurang maksimal. Dengan ekskavator PC200 ini, selain lebih cepat juga akan lebih mudah dalam pencucian sungai.

Setelah Sungai Mengkapan, pihaknya akan membersihkan Sungai Mandau, dan di sana banyak eceng gondok dan kumpai menyebabkan kondisi sungai sangat memprihatinkan.

“Kami akan membersihkannya sepanjang 5 Km, dan ini akan memakan waktu yang relatif panjang,” kata Kadis Ardi.

 Baca Juga: Besok Kembali Pembelajaran Tatap Muka di Pekanbaru, Wako Agung Minta Siswa Tetap Pakai Masker

Setelah ini, secara bertahap pihaknya akan membersihkan sungai lainnya, yang ada di sejumlah kecamatan, termasuk Sungai Jernih dan Sungai Mempura di Kecamatan Mempura.

Dengan pencucian sungai dilakukan sejak dini, saat hujan mudah mudahan tidak terjadi lagi banjir. Jikapum banjir, genangannya tidak lama, sebab akan lebih cepat mengalir ke sungai.

Satu lagi kanal di kiri dan kanan jalan nasional Simpang Obor sampai ke Sungai Mengkapan juga sudah ada MoU dengan PT Arara Abadi sebelah kanan, dan PT BSP sebelah kiri untuk dibersihkan, namun belum ada progres.

Saat ini jalan itu sudah ditimbun, namun jika kanal tidak segera dibersihkan, saat hujan jalan yang ditimbun akan kembali tergenang dan akan berdampak pada masyarakat yang menggunakan jalan itu sebagai akses transportasi menuju Pelabuhan Tanjung Buton.(mng)

 Baca Juga: Kemenag Riau Dukung Penguatan Program ETA AMINEF di MAN 3 Pekanbaru

Editor : Edwar Yaman
Pendangkalan pencucian sungai siak