Raih Pengakuan Perpustakaan Nasional melalui Sertifikat Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB
Bupati Siak Afni Z dan Wabup Syamsurizal foto bersama dengan pimpinan dan anggota DPRD Siak usai penyambutan dan syukuran sertifikat IKON 2026 di Balai Sultan Yahya, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak, Jumat (25/9/2026). (DISKOMINFO SIAK UNTUK RIAU POS)
Bupati Siak Afni Z dan Wabup Syamsurizal foto bersama dengan pimpinan dan anggota DPRD Siak usai penyambutan dan syukuran sertifikat IKON 2026 di Balai Sultan Yahya, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak, Jumat (25/9/2026). (DISKOMINFO SIAK UNTUK RIAU POS)

SERTIFIKAT Ingatan Ko­lektif Nasional (IKON) Tahun 2026 untuk naskah kuno ‘’Syair Perang Siak’’ akhirnya tiba di Kabupaten Siak melalui prosesi penyambutan dan syukuran yang digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak.

Bupati Siak Afni Z saat me­nyambut di LAMR Siak bersyukur dan bangga naskah syair perang Siak, karena tata bahasanya yang mengandung makna dalam itu, diakui negara melalui penetapan IKON oleh Perpustakaan Nasional.

‘’Alhamdulillah, kita menyaksikan sebuah momentum yang sangat bersejarah. Sertifikat Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026 untuk naskah kuno Syair Perang Siak secara resmi kita sambut dan kita jejakkan di Balai Sultan Yahya, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak yang kita cintai ini,’’ kata Bupati Siak Afni Z, Jumat (25/9) siang.

Baca Juga: Gerai Dekranasda Dipindah ke Gedung Cagar Budaya Kutab 

Bupati mengatakan keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras dan perjuangan banyak pihak. Berkat semangat pemerintah daerah, LAMR, akademisi, tenaga ahli, dan masyarakat hingga tokoh adat, ‘’Syair Perang Siak’’  memperoleh pengakuan sebagai Ingatan Kolektif Nasional.

‘’Penetapan IKON ini bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal untuk program pemanfaatan naskah secara luas, baik melalui pendidikan, digitalisasi, maupun atraksi seni budaya,’’ terang Afni.

Bupati berharap upaya pelestarian Syair Perang Siak terus berlanjut hingga mendapat pengakuan yang lebih luas. Bupati menilai potensi memori kolektif di bumi Siak ini tidak hanya sebatas IKON dari Perpusnas RI saja. 

‘’Target kami harus lebih tinggi. Kami akan usahakan agar Syair Perang Siak melangkah menuju pengakuan dunia sebagai Memory of the World (MoW) dari UNESCO. Potensi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di negeri kita ini seluas saujana memandang,’’ kata Afni.

Baca Juga: Pembangunan Sejati Lahir dari Sinergi, dan Kerja Keras Bersama

Bunda Literasi Kabupaten Siak itu, meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak lebih giat mengusulkan warisan dokumenter lainnya. Menurut­nya, Siak masih memiliki banyak arsip dan dokumen bersejarah yang layak mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Setelah kegiatan syukuran, sertifikat IKON kemudian diarak menuju Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiah untuk disimpan sebagai bagian dari warisan sejarah Kabupaten Siak dan diwariskan kepada generasi mendatang.

‘’Di sanalah  ia akan tersimpan rapi, dibaca oleh generasi masa kini, dan diwariskan kepada anak cucu kita kelak. Mari kita terus melangkah dengan bergandengan tangan, mewujudkan Siak yang harmonis dan Melayu yang lestari,’’ pungkasnya.(adv)

Editor : Arif Oktafian
Syair Perang Siak IKON 2026 kabupaten siak