Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pengungsi Bertambah, Siapkan Patok Zona Aman Erupsi Marapi

Redaksi • Sabtu, 13 Januari 2024 | 18:10 WIB

Dandim 0307/Tanahdatar Letkol Czi Sutrisno bersama Forkopimca lainnya, melakukan survei lokasi radius aman, di Posko Gunung Marapi, X Koto, Jumat sore (12/1).
Dandim 0307/Tanahdatar Letkol Czi Sutrisno bersama Forkopimca lainnya, melakukan survei lokasi radius aman, di Posko Gunung Marapi, X Koto, Jumat sore (12/1).
PADANG (RIAUPOS.CO) -- Sejak berstatus Siaga pada Selasa (9/1) lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadi lima kali letusan dan 34 hembusan dari Gunung Marapi. Seiring dengan itu warga yang mengungsi terus bertambah.

Di Mushalla Al-Ikhlas, Nagari Kotobaru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar hingga kemarin sore jumlah pengungsi sudah menjadi 112 jiwa atau 36 kepala keluarga. Mereka berasal dari daerah-daerah pemukiman yang berada di lereng gunung Marapi. Seperti Jorong Koto, Nagari Kotobaru, Kecamatan X Koto.

Penambahan terjadi sejak Kamis (11/1) malam yakni sebanyak 12 KK atau 43 jiwa. Sedangkan sebelumnya, pada Rabu (10/1) sore tercatat sebanyak 24 KK atau 68 jiwa.

Para pengungsi saat ini lebih didominasi oleh wanita dan anak-anak. Kondisi para pengungsi sendiri sejauh ini masih dalam keadaan aman dan sehat.

"Untuk aktivitas pengungsi bagi yang laki-laki tetap seperti keseharian, ke ladang dan memeriksa rumah yang ditinggalkan. Sedangkan anak-anak dan wanita beraktivitas di lokasi pengungsian," ujar Camat X Koto Mukhlis, saat dijumpai di Pos Siaga Erupsi Gunung Marapi di Halaman Polsek X Koto, Jumat (12/1).

Dia menjelaskan, dari sembilan nagari yang ada di Kecamatan X Koto, empat nagari diantaranya berada di kawasan Marapi, di antaranya Nagari Kotobaru, Nagari Panyalaian, Paninjauan, dan Aieangek.

Khusus untuk Nagari Kotobaru, terdiri dari dua jorong, Koto dan Subarang, dengan populasi 2074 jiwa atau 632 KK. "Kita bersama Forkopimca X Koto selalu berkoordinasi. Dalam hal ini sesuai dengan arahan pimpinan daerah, selalu kita lakukan imbauan dan sosialisasi tentang kondisi Marapi baik secara mulut ke mulut ataupun di mushala dan masjid," jelasnya.

Selain itu juga dipersiapkan jalur evakuasi bagi warga. "Nanti akan kita patok dahulu mana-mana wilayah yang berada dalam zona hijau, kuning, dan merah," terangnya.

Untuk pemukiman sebut mantan Kepala BPBD Tanahdatar itu, berada di radius lima kilometer. "Warga yang mengungsi itu, mereka takut karena selalu mendengar suara gemuruh dari kawah. Untuk berjaga-jaga makanya mereka mengungsi ke tempat aman," sebutnya.

Kapolsek X Koto Iptu Rahmad Deddi mengatakan, untuk menjaga keamanan rumah warga yang ditinggalkan, pihaknya memberdayakan petugas yang piket serta bhabinkamtibmas untuk berpatroli.

”Aktivitas warga yang mengungsi tetap kita pantau. Anak-anak dan wanita tetap di lokasi pengungsian, sedangkan kaum laki-laki ada yang ke kebun, kemudian kembali lagi ke pengungsian,” ujarnya.

Meski tetap waspada, warga diminta untuk tetap tenang dan tidak panik serta cemas berlebihan.

Untuk menjaga kesehatan warga yang mengungsi, nantinya akan diadakan pemeriksaan kesehatan berkala melalui puskesmas dan tenaga kesehatan yang ada.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Tanahdatar kembali menyerahkan bantuan tambahan untuk pengungsi di Jorong Koto, Nagari Kotobaru, kemarin. Bantuan tersebut berupa bahan pokok yang terdiri dari beras 120 kg, telur 15 sak, mie instan 15 dus, air mineral gelas 15 dus dan gula 5 kg.

"Siang ini (kemarin, red), kami datang lagi, karena kami mendapat kabar kalau saudara kita turun (mengungsi) lagi 12 KK. Untuk itu kita ke sini lagi membawa tambahan bantuan. Mohon dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Kepala Dinas Sosial Tanahdatar Afrizon.

Dia menegaskan, meskipun dalam kondisi siaga bencana, sesuai kepedulian bupati, bantuan yang diberikan berupa bantuan tanggap darurat.

"Jadi tidak hanya masker. Kami juga menyerahkan bahan pokok. Pemerintah sudah menyiapkan segala halnya jika nanti kondisi sudah di level tanggap darurat, termasuk dapur umum, tapi tentu kita berharap tidak sampai ke bencana tanggap darurat tersebut," katanya.

Untuk memastikan wilayah masuk dalam jalur radius aman, Dandim 0307/Tanahdatar Letkol Czi Sutrisno bersama Camat X Koto Mukhlis, Kapolsek X Koto Iptu Rahmad Deddi, serta Forkopimca lainnya dan Tagana nagari melakukan survei lokasi. Survei lokasi untuk mengukur jarak radius dilakukan di Pos Pendakian Gunung Marapi X Koto, pada Jumat (12/1) sore.

"Jadi kita lakukan monitor untuk menentukan radius aman. Di mana pada lokasi Kotobaru, pemukiman berada pada radius 6 kilometer dari kawah," ujarnya.

Guna memberikan keamanan bagi warga, nantinya akan dipasang patok menentukan jalur aman. "Kemudian juga akan diarahkan jalur-jalur evakuasi bagi warga, sehingga warga tahu kemana akan pergi saat bencana," tukasnya.(stg/r)


Sumber: Padek.co (Riau Pos Group)

Editor : RP Rinaldi
#erupsi marapi #warga mengungsi #zona aman