PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banjir yang merendam badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 76-83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan surut drastis, Senin (29/1/2024). Pengendara roda dua pun diizinkan melintasi jalan antarprovinsi ini.
“Alhamdulillah, tinggi genangan air yang merendam badan jalintim di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras kembali mengalami surut,’’ terang Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto SH SIK didampingi Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM kepada Riau Pos.
‘’Di Km 83 sebagai titik lokasi banjir terdalam yang sebelumnya mencapai 50 sentimeter (cm) saat ini hanya 35 sentimeter. Dengan kondisi penurunan ini, maka kami telah mengizinkan pengendara sepeda motor atau kendaraan roda dua untuk melintas,’’ tambahnya.
Baca Juga: Kendaraan Pribadi Tak Tertib, Jalintim Macet hingga 7 Km
Namun demikian, lanjut Suwinto, kendaraan roda dua yang diizinkan melintas adalah sepeda motor berbodi tinggi seperti jenis trail atau kendaraan yang knalpotnya berada di atas. “Jadi, kalau kendaraan roda dua yang knalpotnya di bawah atau yang berbodi rendah masih belum kami izinkan melintas,’’ ujarnya.
‘’Pasalnya, kondisi banjir masih cukup riskan dilalui sepeda motor berbodi rendah, karena bisa mati mesin atau mogok. Jika terjadi mati mesin maka tentu akan menghambat kelancaran arus lalu lintas,” tambahnya.
Namun, petugas gabungan di lapangan masih menerapkan pola buka tutup jalan atau pembukaan jalan satu jalur. Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan dan penumpukan kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Baca Juga: Banjir Pelalawan Telan Dua Korban Jiwa
“Alhamdulillah, dengan pola buka tutup jalan ini, antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai 7 kilometer, kini hanya 2 kilometer. Artinya, saat ini arus lalu lintas moda transportasi telah mulai bergerak lancar menuju normal atau tidak lagi padat merayap,” paparnya.
Kapolres tetap berharap kerja sama yang baik dari seluruh pengguna jalan dengan petugas di lokasi banjir demi kepentingan bersama. Pengendara kendaraan pribadi, khususnya mobil kecil dan sepeda motor diminta tetap mengikuti jalur antrean dan sabar menuggu buka tutup arus lalu lintas serta tidak mendahului dengan menerobos jalur berlawanan arah. “Mari hargai upaya petugas gabungan di lapangan demi kelancaran aktivitas lalu lintas bersama,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan mengatakan, meski banjir surut, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tetap harus mewaspadai banjir susulan.
Pasalnya, dampak dibukannya lima pintu pelimpahan air Waduk PLTA Koto Panjang Kabupaten Kampar setinggi 140 cm Sabtu (27/1/2024) lalu, akan menyebabkan tinggi permukaan air akan kembali meningkat.
“Diprediksi akan mulai terasa di Pelalawan pada Rabu (31/1/2024) mendatang,’’ ujarnya.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra