Mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Supriyanto Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan bersama Ayu Dewi Utari Sestama Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove mendampingi kunjungan kerja Zac ke hutan kemasyarakatan cinta Mangrove Batubara.
Bambang Supriyanto menjelaskan bahwa sebelumnya pada awal 1980-an, areal hutan kemasyarakatan (HKm) Cinta Mangrove awalnya adalah tambak gagal dan bekas tambang pasir kuarsa yang merusak eksosistem mangrove bahkan banyak praktek prostisusi di areal ini.
Tahun 2017 kelompok masyarakat mulai menanam mangrove dan pada tahun 2018 kelompok HKm Cinta Mangrove mendapatkan akses kelola legal perhutanan sosial pada kawasan hutan seluas 456 hektare.
"Azizi sebagai ketua kelompok HKm adalah "local hero" --penggerak rehabilitasi mangrove mulai pembibitan dan penanaman hingga menjadi tempat wisata yang viral serta tempat budidaya kepiting, ikan dan udang," kata Bambang dalam keterangan resminya, Rabu (6/3/2024).
Terlebih kata dia, perempuan tangguh berkelompok membantu usaha batik eco-print mangrove, madu kelulut, teh mangrove dan produk olahan mangrove lainnya. Ia menyampaikan, kedepan tidak hanya untuk ekowisata mangrove dan pemanfaatan silvofishery, tapi juga untuk kegiatan edukasi rehabilitasi mangrove bagi masyarakat dan anak sekolah.
"Pemulihan ekosistem mangrove ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi para pihak, mulai dari pemerintah pusat - Kementerian KLHK, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha serta semangat dan kesadaran kelompok masyarakat itu sendiri," ujarnya.
Adapun program kolaboratif tersebut dimulai dari pemberian akses kelola, pendampingan, bantuan akses modal, pemasaran.
"Program perhutanan sosial pada periode 2016-2021 telah mampu menekan tutupan hutan setara 32 juta ton CO2e pada 4,06 juta ha lokasi yang didedikasikan untuk target folu net sink 2030," ucapnya.
Sementara itu, Zac menjelaskan bahwa mangrove memiliki banyak manfaat, antara lain menyumbang carbon, menaikkan keragaman jenis dan alternatif pendapatan.
Zac kagum dan bangga dengan gerakan masyarakat dari pantai terlantar di mana tambak gagal dan tambang kwarsa hingga tempat prostitusi yang merusak daratan (abrasi) dan banjir rob hingga kini menjadi bentang alam mangrove seluas 456 ha dan dikelola 142 kelompok petani hutan mangrove.
"Mangrove adalah ekosistem ajaib, karbon stock nya tinggi dan membawa penghidupan yang lebih baik, tidak hanya bagi manusia tapi juga ekosistem flora dan fauna," kata Zac.
Di akhir kegiatan kunjungan Lord Zac dan Bambang melakukan adopsi pohon mangrove dan menyatakan komitmen untuk terus mendukung kelestarian ekosistem mangrove. "Dari Batubara, Mangrove untuk dunia," pungkasnya.
Editor : RP Rinaldi