Tokoh masyarakat Kampung Tanjung, Simon, menyampaikan terima kasih atas bantuan tim Semen Padang Group. "Di Kampung Tanjung ini ada sebanyak 250 KK yang terisolasi dan butuh bantuan. Banyak di antara warga sejak Jumat (8/3/2024) kelaparan karena belum mendapat bantuan," tutur Simon dengan mata berkaca-kaca.
"Lokasi di Kampung Tanjung terisolasi karena akses jalan tertutup oleh kayu dan batu-batu. Penduduk di dalam lebih banyak di luar, dan sangat butuh bantuan sampai saat ini," kata Simon.
Setelah dari Koto XI Tarusan, sekitar pukul 17.00 WIB, relawan TRC dari perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu bersama tim medis dari SPH kemudian melanjutkan misi kemanusian ke Kecamatan Surantih.
Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati menyebut bahwa relawan TRC Semen Padang ini akan berada selama 4 hari di lokasi bencana banjir di Kecamatan Sutera. Selama di sana, mereka juga akan membantu pendistribusian bantuan logistik untuk korban banjir.
"Informasinya, di sana (Kecamatan Sutera) merupakan lokasi yang belum tersentuh oleh bantuan logistik dan relawan. Maka dari itu, sembako yang kami kirim hari ini sebagian akan didistribusikan di Kecamatan Sutera, yaitu di Nagari Surantih," kata Anita.
Di lokasi bencana, PT Semen Padang bersama SPH juga membuka posko trauma healing dengan melibatkan tim medis SPH yang terdiri dari 2 orang dokter, 5 perawat dan 2 apoteker. "Kami pun juga membawa bantuan obat-obatan dan selimut," tambah Dirut SPH dr Selfi Farisha.
Sumber: Padek.id (Riau Pos Group)
Editor : RP Rinaldi