TEBINGTINGGI (RIAUPOS.CO) - Mobil LCGC dengan BK 1935 NP yang ditumpangi 4 orang terseret sejauh 1 kilometer usai ditabrak kereta api (KA) saat melintas di Jalan Gunung Arjuna Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Sabtu (16/3/2024) sekitar pukul 12.25 WIB.
Akibatnya, pengemudi mobil seorang ibu, Masriana Damanik (35) tewas di tempat dan tiga anaknya Klen (9), Karin (14) dan Tias (4) mengalami luka luka dilarikan ke Rumah Sakit Chevani, Kota Tebingtinggi.
Kasatlantas Polres Tebingtinggi AKP Agnis Juwita membenarkan kejadian laka lantas tersebut. Juwita mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati hati saat melintasi pintu perlintasan KA yang tidak ada plang.
Dikatakan Juwita, mobil yang dikendarai korban tertabrak KA barang yang melintas dari Tebingtinggi menuju Kota Medan.
Sementara itu, Sofyian selaku Kepala Lingkungan II mengatakan, sebelum peristiwa laka lantas tersebut, sempat mendengar ada teriakan warga melihat mobil terseret kereta api tepat di depan rumahnya.
Mendengar itu, ia pun keluar rumah dan meminta warga sekitar untuk membantu para korban yang ada di dalam mobil.
"Kami memberikan informasi kepada suami korban yang tinggal di Jalan Gunung Arjuna Lingkungan II Kelurahan Mekar Sentosa, setelah suaminya datang, dirinya meminta untuk membawa jenazah istrinya ke rumah berserta anaknya yang dikabarkan meninggal," jelas Sofyian.
Namun ketika sampai di rumah, anak perempuannya bernama Karin masih hidup, dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Spontan bapaknya langsung melarikan anak perempuannya karena masih hidup, teriakan terdengar masih hidup. Bergegas keluarga membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," terang Sofyan, yang sebelum mendapat kabar 2 orang meninggal usia ditabrak kereta api.
Namun, sore tadi, Tuhan berkehendak lain, anak perempuannya Karin yang sempat mendapat perawatan di rumah sakit, akhirnya meninggal dunia.
Laporan: RPG (Medan)
Editor : RP Edwir Sulaiman