Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hilang Kendali, Bus Antarprovinsi Terguling di Malalak

Tim Redaksi • Selasa, 16 April 2024 | 10:55 WIB
Kondisi Bus ALS ringsek saat mengalami kecelakaan di Jalan Karak Pipia, Jorong Nyiur, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (15/4/2024).
Kondisi Bus ALS ringsek saat mengalami kecelakaan di Jalan Karak Pipia, Jorong Nyiur, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (15/4/2024).

AGAM (RIAUPOS.CO) - Satu unit Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan di Malalak, tepatnya di Jalan Karak Pipia, Jorong Nyiur, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (15/4) pada sekitar jam 15.00 WIB.

Bus yang berangkat dari Medan menuju Jakarta ini mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di bahu jalan. Kecelakaan mobil dengan nomor polisi BK 7371 UD ini menyebabkan sejumlah korban dilarikan ke beberapa rumah sakit dan puskesmas.

“Jadi kebetulan bus berangkat dari Medan. Rencana mengarah ke Padangpanjang karena one way diarahkan ke Malalak. Di TKP rute menurun dan tikungan tajam. Bus hilang kendali, rem mendadak, banting stir ke kiri, dan terguling ke arah kanan,” ujar Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Yessi Kurniati SIK MM, Senin (15/4).

Kapolresta Bukittinggi menyebutkan masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi dan korban untuk mengetahui penyebab kecelakaan. “Untuk saat ini kita terus melakukan penyelidikan sebab-sebab terjadinya kecelakaan kepada saksi dan korban,’’ ujarnya.

‘’Kami masih melakukan pencarian terhadap sopir pertama, karena saat kejadian korban dibawa ke berbagai rumah sakit dan puskesmas dan ada kemungkinan sopir juga dibawa ke salah satu puskesmas atau rumah sakit tersebut,” tambahnya.

Untuk sopir kedua saat ini dirawat di RSAM Bukittinggi dan masih belum bisa dimintai keterangan. “Kita saat ini juga telah melakukan olah TKP, untuk mengetahui penyebab kecelakaan ini,” tambahnya.

Kapolresta Bukittinggi ini juga menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan penghimpunan data untuk jumlah korban secara keseluruhan. “Kami masih mengumpulkan data. Banyak penumpang yang naik di jalan sehingga data dari pengelola bus tidak sama dengan data korban,” ujarnya.

Dia juga menambahkan di RSAM Bukittinggi terdapat delapan korban kecelakaan ini, dua orang luka berat dan enam lainnya luka ringan. “Saat ini bus masih dalam proses evakuasi, kita berkoordinasi dengan Dinas PU untuk mendatangkan ekskavator untuk membalikan bus tersebut untuk selanjutnya di derek,” tuturnya.

Berdasarkan data yang kami himpun, delapan korban tersebut dua di antara mengalami luka berat atas nama Awaludin Rambe, laki-laki, korban berusia 31 tahun, berasal dari Padang Lawas Sumatera Utara. Korban dengan luka berat kedua ialah Sherly Tanjung, perempuan, berusia 21 tahun dan berasal dari Tanggerang.

Enam korban lainnya mengalami luka ringan di antaranya Guntur Napitupulu, laki-laki, berusia 75 berasal dari Balige Toba Samosir. Kemudian Rusmawati Sinaga, perempuan, berusia 54 juga berasal dari Balige Toba Samosir. Korban berikutnya Enjel Sihombing, perempuan, berusia 22 berasal dari Kota Medan.

Kemudian korban luka ringan berikutnya, Syaiful Tanjung berusia, laki-laki, 36, beralamat di Bokong Poncol Tangerang. Kemudian Larasati, perempuan, usia 17 alamat Tanggerang. Kemudian korban kedelapan yang juga merupakan sopir kedua bernama Joni Afrizal, laki-laki, berusia 43 tahun, beralamat di Kota Napan Sumatera Utara.(rpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#laka lantas #kecelakaan bus #bus als