Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Laporan Sementara BPBD Sumbar, Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Bertambah, 16 Orang di Agam dan 18 Orang di Tanah Datar

Redaksi • Minggu, 12 Mei 2024 | 20:29 WIB
Banjir Bandang dan lahar dingin di Sumbar.
Banjir Bandang dan lahar dingin di Sumbar.

PADANG (RIAUPOS.CO) - Laporan sementara yang diberikan BPBD Sumbar per pukul 14.00 WIB kepada Gubernur Sumbar, jumlah korban tewas bertambah menjadi 34 orang. Rinciannya, 16 orang di Kabupaten Agam dan 18 orang lainnya di Kabupaten Tanah Datar.

"Selain itu, kami juga menerima laporan ada sebanyak 5 orang masyarakat yang hingga siang ini, statusnya hilang. Sementara untuk korban luka-luka berjumlah sebanyak 16 orang. Sekali lagi ini masih data sementara ya," jelas Gubernur Mahyeldi di Padang, Ahad (12/5/2024).

Mahyeldi juga mengatakan, berhubung saat ini proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di lapangan. Maka potensi pergerakan data ini masih sangat terbuka.

Lebih lanjut ia menuturkan, terkait luasan wilayah yang terdampak pada 3 daerah yang terkena bencana. Pihaknya mencatat, di Kabupaten Agam terdapat 4 kecamatan yang terdampak, di Kabupaten Tanah Datar ada 2 kecamatan yang terdampak. Sedangkan di Kota Padangpanjang ada 1 kecamatan yang terdampak.

Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya bersama sejumlah pihak terkait di lintas instansi, masih terus melakukan koordinasi dan komunikasi. Baik terkait langkah penanganan dan pencarian korban maupun terkait upaya perlindungan terhadap para pengungsi dan kelompok usia rentan.

"Kami bersama sejumlah pihak terkait telah mendirikan posko di daerah terdampak. Posko utama berada di daerah Bukit Batabuah Kabupaten Agam, posko lainnnya juga ada di Tanah Datar. Selain itu, kami juga telah instruksikan Dinas Sosial untuk segera mendirikan dapur umum guna pemenuhan kebutuhan logistik warga di titik pengungsian," ungkap Gubernur Mahyeldi.

Sementara terkait berapa total jumlah kerugian, Gubernur Mahyeldi belum bisa memastikan karena saat ini jajarannya masih fokus terhadap pencarian dan evakuasi korban.

"Termasuk apakah nantinya bangunan yang berada di daerah rawan akan direlokasi, itu juga belum kita bahas. Kita tunggu dulu hasil pendataan lapangan dan kajian teknis dari tim ahli tuntas, sekarang kita fokus ke proses evakuasi dan pencarian korban dulu ya," pungkas Mahyeldi.

Sumber: Padek.jawapos.com

Editor : M. Erizal
#agam #sumbar #lahar dingin #Galodo #banjir bandang