PADANGPANJANG (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) berduka. Bencana yang datang silih berganti seakan mencapai puncaknya dengan musibah banjir lahar dingin dari Gunung Marapi, Sabtu (11/5/2024).
Air bah bercampur tanah, batu, kayu dan material lainnya yang dinamakan galodo oleh masyarakat setempat, menimpa beberapa kawasan di daerah Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Galodo yang datang secara tiba-tiba tersebut, menerjang perumahan, persawahan, ladang dan rumah ibadah. Jalanan tiba-tiba berubah menjadi lautan air bah dengan warna kehitaman yang bercampur material batu dan kayu. Menerjang apa saja yang menghalangi jalannya galodo. Korban pun berjatuhan.
Tak hanya galodo, banjir besar juga menimpa Kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar. Banjir bandang ini memutuskan jalan lintas dan memporakporandakan bangunan yang ada di sepanjang tepian Batang Anai. Bahkan sebuah kafe yang berada di tepi Sungai, ludes tak berbekas hilang dibawa banjir.
Masyarakat pun terkejut. Mereka tak pernah melihat banjir besar melanda ksawan Lembah Anai sedahsyat itu. Seorang dosen Univ Leiden Dr Suryadi Sunuri, menulis di medsos bahwa air bah besar di kawasan itu sebelumnya terjadi th 1892.