PADANG (RIAUPOS.CO) - Lima hari pasca banjir bandang atau galodo yang menerjang Kabupaten Tanahdatar, Agam dan Padangpanjang, pencarian terus berlangsung. Jumlah korban tewas menjadi 59 orang, dan 16 orang hilang.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, di hari ke-5 Tim SAR Gabungan sudah berhasil menemukan sebanyak 59 jenazah akibat banjir lahar dingin di beberapa titik di Kabupaten Agam dan Tanahdatar.
"Data korban meninggal dunia tercatat 59 orang, per hari ini, pukul 18.00 WIB. Sementara korban hilang 16 orang yang masih dalam proses pendataan BPBD," ujar Abdul Malik, Rabu (15/5/2024).
Abdul Malik menyebutkan, di hari kelima pencarian korban ini, Tim SAR Gabungan menyisiri 5 wilayah yaitu Galuang dan Bukik Batabuah di Agam. Kemudian di kawasan Pagu-Pagu dan di Cubadak di Kabupaten Tanahdatar, lalu di Sungai Batang Anai Kabupaten Padangpariaman
"Pencarian dilakukan dengan cara menyisiri tempat-tempat rawan dengan panjang area pencarian 20 sampai 50 Kilometer," kata Abdul Malik.
Ia menjelaskan, pencarian pada Rabu (15/5/2024) ini, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan sebanyak 5 jenazah di lokasi yang berbeda-beda.
"Pukul 10.00 WIB tim temukan korban bernama Abi Akbar di daerah Sungai Jambu, Kabupaten Tanahdatar dan dievakuasi ke RSUD Batusangkar," ucapanya.
Kemudian, sekira pukul 10.20 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan korban berjenis kelamin perempuan bernama Halimah Tusyadiah di daerah Biaro Candung Agam dan dibawa ke RSUD Dr. Achmad Mochtar, Bukittinggi.
"Ditambah sekira pukul 16.20 WIB, 3 korban yang ditemukan Biddokkes Polres Sijunjung di Sungai Kuantan, korban dievakuasi ke RSUD Sijunjung untuk proses identifikasi. Total hari ini 5 korban tewas yang kita temukan," ujarnya.
Sumber: Padek.JawaPos.com