Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Waspada! Potensi Bencana Susulan Masih Mengintai Sumbar

Redaksi • Jumat, 17 Mei 2024 | 20:30 WIB
Aliran air Batang Kasiak di Samping Surau Klasik, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam dipenuhi kayu-kayu
Aliran air Batang Kasiak di Samping Surau Klasik, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam dipenuhi kayu-kayu

PADANG (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Sumbar waspada, karena potensi bencana susulan masih mengintai. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengimbau masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi untuk tetap waspada. Mengingat, saat ini intensitas hujan di Sumbar masih tinggi.

Berdasar pantauan drone Balai Wilayah Sungai Sumatera V, terdapat penumpukan material sisa erupsi dalam jumlah besar di lereng Gunung Marapi. Ketika intensitas hujan tinggi, material itu bisa turun seketika sehingga berpotensi menyebabkan banjir bandang susulan.

"Masyarakat kita minta tetap waspada sebab potensi bencana susulan itu masih ada. Kita mesti terus memanjatkan doa kepada Yangmaha Mendengar, untuk dijauhkan dari bencana ini," ungkap Mahyeldi di Padang, Jum'at (17/5/2024).

Ia mengaku, untuk menyikapi hal tersebut pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah berupaya untuk memitigasi potensi tersebut. Salah satunya dengan melakukan modifikasi cuaca.

Kepala UPTD PSDA Wilayah Utara Sumbar, Hendry Yuliandra menyebut hamparan material sisa erupsi tersebut berada sekitar 3 kilometer di atas pemukiman penduduk di Jorong Pagu-Pagu, Kenagarian Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar.

"Pembersihan tidak bisa dilakukan karena alat berat kita tidak bisa naik, kecuramannya tajam," ungkap Hendry Yuliandra.

Disebutkannya, jalur itu merupakan hulu dari sungai yang bermuara ke Batang Anai. Dengan itu, maka potensi banjir bandang melewati Lembah Anai bisa kembali terjadi.

“Ini muaranya juga Batang Anai, kalau material itu disiram hujan lebat, bisa memicu banjir bandang lagi,” ungkapnya.

Diketahui, untuk memitigasi potensi tersebut BMKG dan BNPB menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah langit Sumatera Barat. Tujuannya untuk menyemai awan hujan sebelum memasuki wilayah bencana.

Sebanyak 15 ton garam disiapkan untuk disemai sebanyak tiga kali sorti penerbangan dalam satu hari dan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Operasi TMC merupakan cara modifikasi cuaca dengan menabur zat NaCl di langit menggunakan pesawat dan dianggap paling efektif untuk mengendalikan potensi awan hujan.

Laporan: RPG (Padang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Banjir Bandang Sumbar #gunung marapi #Galodo #gubernur sumbar mahyeldi