PADANG (RIAUPOS.CO) - Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan dalam empat hari ke depan, pihaknya akan terus melakukan modifikasi cuaca. Yakni sampai 24 Mei mendatang. Ini bertujuan supaya tidak terjadi hujan di sekitar Gunung Marapi.
”Sehingga tim gabungan bisa maksimal membersihkan material di 18 aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi,” terangnya di posko bencana di Manunggal, Kecamatan Limakaum.
Pihaknya, tambah Suharyanto, sudah memetakan titik-titik potensi bencana. Kemudian digabungkan dalam sebuah peta risiko bencana yang sedang disusun dan bakal dibagikan ke pemerintah daerah.
”Pemetaan yang telah kami lakukan melalui pemantauan udara dan darat, nantinya ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah untuk pembangunan rumah-rumah masyarakat di sepanjang bantaran aliran sungai. Sehingga ke depan masyarakat akan lebih aman,” katanya.
Memasuki hari ke 10 pascabencana, pencarian korban pun terus dilakukan. ”Untuk 10 korban hilang, akan terus dilakukan pencarian sampai beberapa waktu ke depan. Sedangkan pengungsi secara bertahap sudah berkurang di beberapa posko pengungsian dan kondisi logistik untuk 3 bulan ke depan terpantau mencukupi,” tukasnya.
Eka Putra menyampaikan saat ini korban meninggal dunia sebanyak 32 orang dan masih hilang sebanyak 10 orang.
”Kita terus melanjutkan pencarian korban yang masih hilang, dengan menurunkan 200 personil gabungan yang di bagi pada 6 sektor. Kita bahkan juga menurunkan alat rafting untuk menyisir sungai-sungai, bahkan sampai ke sungai di Kabupaten Sijunjung,” pungkasnya.
Laporan: RPG (Padang)
Editor : RP Edwir Sulaiman