Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antisipasi Jalan Lembah Anai Longsor, Usulan Jalan Alternatif Padang-Bukittinggi Direspons Positif Pemprov Sumbar

Redaksi • Minggu, 2 Juni 2024 | 13:00 WIB
Ruas jalan Lembah Anai yang terputus akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
Ruas jalan Lembah Anai yang terputus akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

PADANG (RIAUPOS.CO) - Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan kesiapannya untuk mengkaji usulan pembangunan jalan alternatif penghubung antara Kabupaten Padangpariaman dengan Kota Padangpanjang. Jalan ini juga akan menjadi alternatif bagi pengendara yang ingin menuju Bukittinggi.

Mahyeldi menilai potensi jalan alternatif ini cukup besar. Hal ini mengingat belum adanya jalan alternatif penghubung kedua daerah tersebut, terlebih jalan Lembah Anai yang rawan bencana.

"Usulan ini patut kita pertimbangkan, untuk antisipasi jika sewaktu-waktu jalan Lembah Anai tidak bisa dilalui," kata Mahyeldi usai menerima audiensi KAN Nagari Gunuang Kota Padangpanjang, KAN Nagari Guguak Kec. 2X11 Kayu Tanam dan KAN Nagari Anduriang Padangpariaman di Rapat Ruang Kantor Gubernur, Jumat (31/5/2024).

Pembahasan terkait usulan jalan alternatif tersebut telah dibicarakan lebih dari setahun yang lalu.

"Pembicaraan dengan KAN ini pernah kita lakukan lebih setahun yang lalu, dan ini adalah tindak lanjutnya," jelas Mahyeldi.

Gubernur meminta Pemko Padangpanjang untuk menentukan titik koordinat jalan yang direncanakan, agar perizinannya ke Kementerian terkait dapat dilakukan.

"Mengingat di sekitar daerah itu, merupakan kawasan hutan lindung, dan hutan margasatwa," kata Mahyeldi.

Pembiayaan pembangunan jalan tersebut juga akan diusulkan ke Pemerintah Pusat jika pemerintah daerah belum mampu membiayainya.

Sementara itu, Pengurus KAN Nagari Gunung Kota Padangpanjang, Nurmai Nazar Dt Tan Rajo Lelo mengatakan usulan ini telah melewati musyawarah pada masing-masing nagari terkait, dan sepakat.

"InsyaAllah semua sudah sepakat dan siap mendukung pemerintah dalam proses pembangunan nantinya," kata Nurmai.

Dia mengatakan, jalan yang diusulkannya itu pada zaman penjajahan telah dimanfaatkan sebagai jalur transportasi utama masyarakat Kayu Tanam menuju Kota Padangpanjang dan sebaliknya untuk mengangkut barang dagangan menggunakan kuda beban.

"Jadi ini bukan jalur baru, tapi jalur lama yang kita coba hidupkan kembali dengan panjang lebih kurang 7 kilometer," ungkapnya.

Pihaknya berharap gubernur menindaklanjuti (follow up) usulan tersebut, Pemerintah Pusat dapat menerimanya sebagai salah satu solusi untuk penyangga jalan nasional di kawasan Lembah Anai yang sangat rawan bencana alam.

Laporan: RPG (Padang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#lembah anai #bencana #gubernur sumbar mahyeldi #jalan alternatif