Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tekan Dampak Erupsi, BNPB Pasang EWS Terintegrasi di Gunung Marapi

Redaksi • Selasa, 11 Juni 2024 | 00:35 WIB
Banjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi beberapa waktu lalu di Padangpanjang.
Banjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi beberapa waktu lalu di Padangpanjang.

PADANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah melalui BNPB segera memasang sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) terintegrasi di Marapi. Gubernur Sumbar Mahyeldi berharap agar keberadaan EWS tersebut dapat menekan potensi dampak erupsi Marapi.

"Alhamdulillah, hari ini kita menerima kunjungan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Bapak Raditya Jati dan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Ibu Prasinta Dewi, dalam agenda merencanakan pemasangan EWS terintegrasi di sekitar Marapi," jmujar Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernuran, Senin (10/6/2024).

Pemerintah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten, sambung Gubernur, mengucapkan terima kasih dan menyatakan dukungan penuh atas persiapan pemasangan EWS Terintegrasi tersebut. Agar, ke depan potensi kerusakan dan dampak akibat erupsi, banjir lahar dingin, dan longsor di Gunung Marapi, terutama sekali di di Kabupaten Tanahdatar, Agam, dan Kota Padang Panjang, lebih bisa diminimalisir.

"Kita ucapkan terima kasih atas perhatian pusat terhadap upaya mitigasi dan penanganan pascabencana di Sumbar," ujar Gubernur didampingi Sekdaprov Sumbar Hansastri, Kepala BPBD Sumbar Rudy Rinaldi, dan Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi.

Raditya Jati mengatakan bahwa, pemasangan instrumen peringatan dini terintegrasi sangat penting untuk mengantisipasi potensi kerusakan yang mungkin saja masih akan terjadi di wilayah terdampak erupsi Marapi.

Sistem peringatan dini atau EWS terintegrasi, sebutnya, akan mengintegrasikan informasi cuaca, informasi aktivitas gunung api, informasi getaran, dan sensor cuaca.

Berbagai informasi tersebut, akan memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan untuk kesiapsiagaan maupun langkah mitigasi terhadap potensi dampak bencana.

"Hal tersebut bertujuan agar warga paham dan melakukan aksi dini apabila mendengar bunyi sirine peringatan dini. Di samping itu, sosialisasi juga diperlukan agar masyarakat ikut merawat EWS Terintegrasi ini, sehingga keberlanjutan fungsi perangkatnya dapat terjaga," ujar Raditya.

Kemudian terkait masalah pendanaan, lanjutnya, untuk pendanaan awal, mulai dari pemasangan alat hingga pemeliharaan dalam masa dua tahun ke depan, akan ditanggung oleh BNPB.

"Untuk tahun selanjutnya, kami meminta dukungan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah Kabupaten untuk pemeliharaannya. Namun yang terpenting adalah, bagaimana keberlanjutan fungsi EWS ini tetap bisa diakses oleh masyarakat," kata Raditya lagi.

Laporan: RPG (Padang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi #bnpb #erupsi #gunung marapi