Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gaya Elite tapi Ekonomi Sulit, Akhirnya Terjerat Pinjol dan Batal Menikah

Redaksi • Rabu, 17 Juli 2024 | 02:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PADANG (RIAUPOS.CO) -- Gaya elite, ekonomi sulit. Kalimat itulah yang menggambarkan sosok Budi (nama samaran). Ingin dicap sebagai orang kaya dengan memakai barang-barang branded, Budi terpaksa meminjam uang dari pinjaman online (pinjol). Dari situlah kehidupan Budi hancur perlahan-lahan, termasuk rencana pernikahannya. Seperti apa ceritanya?

Hampir 5 tahun Budi bekerja sebagai kuli panggul di salah satu pasar tradisional di Padang. Karena tak sanggup melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, maka sejak lulus SMA ia terpaksa bekerja sebagai kuli panggul. Meskipun sudah 5 tahun berjalan, Budi masih malu dan gengsi dengan pekerjaannya tersebut.

Ia tidak ingin teman-temannya waktu SMA mengetahui bahwasanya ia bekerja sebagai kuli panggul di pasar. Beruntungnya selama 5 tahun bekerja, Budi tidak pernah bertemu, baik disengaja maupun tidak disengaja, dengan teman-temannya di pasar. Sehingga sampai saat ini, teman-temannya tidak mengetahui Budi bekerja sebagai kuli panggul.

Suatu hari, ketika sedang asyik melihat postingan di sosial media, Budi melihat salah satu postingan teman SMA-nya yang sudah bekerja di salah satu BUMN. Dalam postingan foto tersebut, terlihat teman Budi bergaya dengan pakaian yang bagus dan mahal.

Rasa iri pun terbesit di hati Budi. Dalam hatinya ia ingin berpenampilan seperti teman SMA-nya tersebut. Namun, pekerjaan sebagai kuli panggul, tentunya penghasilan hanya pas-pasan untuk makan satu hari saja. Namun karena hasrat yang tinggi untuk berpenampilan bak orang kaya, Budi kemudian memikirkan cara bagaimana mendapatkan uang dengan jumlah yang banyak.

Singkat cerita, Budi mengetahui bagaimana cara mendapatkan uang dengan mudah dan cepat. Cara itu yakni melalui pinjol. Tak tanggung-tanggung, Budi menggunakan balasan aplikasi pinjol untuk berutang demi membeli barang-barang bermerek, seperti baju, tas, celana, sepatu, hingga uang muka untuk membeli sepeda motor matic keluaran terbaru.

Tanpa ia sadari ternyata jumlah utang dari meminjam di aplikasi pinjol mencapai Rp60 juta lebih. Namun karena sudah kepalang tanggung Budi tidak memusingkan utang yang telah menggunung dan harus segera dibayarkan.

Sejak saat itu, Budi mulai memposting segala bentuk kegiatannya yang memakai barang-barang bermerek di akun sosial media miliknya. Bahkan Budi bisa berkenalan dengan salah seorang perempuan yang bisa dikatakan cantik di sosial media. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka pun semakin dekat.

Kepada Nia (nama samaran) Budi mengaku bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di Kota Padang. Dengan penampilan Budi saat ini, tak hanya Nia, orang-orang yang melihatnya pun akan percaya bahwasanya ia bekerja sebagai seorang karyawan.

Dua bulan hubungan pacaran mereka berjalan, Budi memantapkan diri untuk melamar Nia. Lamaran Budi diterima oleh kedua orang tua Nia dan keluarga besarnya. Waktu pernikahan pun sudah ditentukan, yakni satu bulan lagi.

Karena ingin menikah tentunya Budi membutuhkan uang yang cukup banyak untuk menggelar pesta. Maka dari itu ia kembali berutang ke beberapa aplikasi pinjol agar modal nikah bisa tercukupi. Kehidupan Budi saat ini bisa disamakan dengan lirik lagu hits "Gali Lobang Tutup Lobang."

Petaka kemudian muncul. Dua pekan jelang pernikahan tiba-tiba saja Nia dan beberapa keluarganya mendapatkan panggilan telepon dan pesan WhatsApp (WA) dari orang tak dikenal. Orang tak dikenal tersebut mengaku bahwasanya Budi berhutang kepada perusahaan pinjaman online.

Tak hanya satu orang yang menelepon, tapi lebih dari puluhan orang yang bisa dikatakan meneror Nia dan beberapa keluarganya. Bahkan di pesan WA orang tak dikenal tersebut mengirim foto KTP, foto selfie Budi dan menuliskan kata-kata bahwasanya Budi merupakan buronan yang tak mau membayar utang.

Seolah tak percaya dengan apa yang terjadi, Nia berkali-kali menghubungi tunangannya tersebut. Namun Budi tidak bisa dihubungi. Rasa khawatir dan cemas pun mulai timbul di hati Nia dan keluarganya. Akan tetapi Nia masih tetap percaya bahwasanya Budi tidak mungkin berbohong kepada dirinya.

Suatu hari salah seorang sepupu Nia yang sedang berbelanja di pasar tiba-tiba melihat Budi sedang memanggul karung beras. Sempat terkejut karena selama ini Budi mengaku bekerja sebagai seorang karyawan, sepupunya kemudian memfoto Budi dan mengirim foto tersebut kepada Nia.

Mendapati foto tersebut Nia langsung bergegas pergi ke pasar. Singkat cerita akhirnya Nia bertemu dengan Budi yang sedang beristirahat di salah satu pos tempat mangkal kuli panggul. Tanpa banyak berkata-kata, Nia langsung menanyakan semua hal, mulai dari pekerjaan Budi sebenarnya hingga utang di beberapa pinjol.

Tak bisa mengelak lagi, akhirnya Budi mengakui bahwasanya selama ini ia berbohong kepada Nia terkait pekerjaannya dan bagaimana selama ini ia mendapatkan uang untuk membeli semua barang-barang bermerek yang ia pakai.

Tangis Nia pun pecah. Ia tak habis pikir orang yang ia cintai selama ini bisa melakukan hal buruk dan jahat kepada dirinya. Sebenarnya, Nia tidak mempermasalahkan pekerjaan Budi yang hanya sebagai kuli panggul. Asal pekerjaan tersebut halal, Nia tetap menerima Budi sebagai pasangannya.

Namun saat ini nasi sudah jadi bubur. Nia sakit hati karena dibohongi. Dengan berat hati, Nia memutuskan untuk tidak menikah dengan Budi. Sejak saat itu, antara Budi dan Nia tidak pernah bertemu dan berkomunikasi lagi. Tak hanya kekasih hati yang hilang, tapi Budi juga harus melunasi utang yang telah dia pinjam.

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

 

 

 

Editor : RP Rinaldi
#ekonomi sulit #gagal nikah #pinjol