Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Besok, Jalur Lembah Anai Dibuka Kembali

Redaksi • Sabtu, 20 Juli 2024 | 10:26 WIB
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas di jalan kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat saat dilakukan uji coba, Kamis (18/7/2024).
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas di jalan kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat saat dilakukan uji coba, Kamis (18/7/2024).

PADANG (RIAUPOS.CO) - Jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai akan dibuka kembali, Ahad (21/7) besok. Sebagaimana diketahui, jalan nasional tersebut telah putus sejak Mei lalu. Kerusakan parah terjadi di sejumlah titik setelah dihantam banjir bandang lahar dingin.

Namun, tak semua ken­daraan bisa melintasi daerah tersebut karena masih dalam proses perbaikan. ‘’Pembukaan jalur Lembah Anai secara berkala pada Ahad (21/7) pagi,” ujar Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Wardoyo Widyarso Putro, Kamis (18/7) siang.

Kartyana mengatakan, pembukaan jalur Lembah Anai tersebut diputuskan setelah rapat koordinasi dengan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Selasa (16/7) lalu. Meski dibuka, kata Kartyana, jalur Lembah Anai belum bisa sepenuhnya dilintasi oleh semua tipe kendaraan. Sebab ada beberapa titik jalan yang masih dalam pengerjaan.

”Kendaraan yang diperbolehkan melintas untuk tahap awal hanya roda dua, empat dan enam (sumbu 2),” jelas dia. Kartyana menyebutkan, jalan akan dibuka untuk dua jalur. Namun apabila nanti masih terdapat proses pengerjaan maka akan dilaksanakan sistem buka tutup di lima titik. Di antaranya, KM-64+200, KM-64+600, KM-65+200, KM-67+100 dan KM-67+400.

”Sewaktu-waktu akan dilaksanakan kembali evaluasi pascapelaksanaan pembukaan akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai,” ujarnya. Kartyana mengungkapkan bahwa proses pengerjaan jalan Lembah Anai diperkirakan selesai penuh atau 100 persen pada bulan Oktober 2024 nanti.

Kartyana mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berhenti saat melewati jalur Lembah Anai saat dibuka. ”Kita imbau untuk masyarakat agar tidak berhenti saat melewati jalur Lembah Anai, seperti mengambil foto dan melihat-lihat keadaan jalur itu, sebab sekali berhenti akan menimbulkan penumpukan kendaraan dan juga kemacetan,” ujarnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, progres jalur tersebut secara keseluruhan sudah mencapai 30,15 persen. Ditargetkan, pada 21 Juli nanti progres pengerjaan sudah menyentuh angka 40 persen.

Gubernur mengakui, proses pengerjaan cukup menguras waktu dan tenaga karena medan jalan yang cukup rumit dan dipenuhi bebatuan yang cukup keras.

”Meski pun secara bertahap dibuka pada 21 Juli ini, tapi pekerjaannya tetap jalan. Oleh karena itu, warga yang akan me­lewati jalur ini kami minta tetap hati-hati dan bersabar dalam berkendaraan. Serta, tidak melaju dalam kecepatan tinggi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Thabrani mengatakan, untuk memastikan kekuatan jalan, pihaknya melakukan uji coba jalan Lembah Anai, Kamis (18/7). ”Kalau sudah terlihat hasilnya, bisa jadi akan ada evaluasi,” sebutnya kepada Padang Ekpres.

Dia menjelaskan, saat ini jalan di Lembah Anai sudah seluruhnya diaspal, namun untuk dinding-dinding tebing masih ada beberapa titik dalam pengerjaan. ”Ada beberapa titik dinding tebing yang masih dalam pengerjaan, tapi tidak menghambat pembukaan jalan pada 21 Juli (besok, red),” ungkapnya.

Thabrani mengatakan bahwa total terdapat 16 titik di ruas jalan tersebut yang rusak berat karena bencana alam banjir bandang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 titik masih dalam pengerjaan dengan skala prioritas untuk segera diselesaikan.

”Untuk target penyelesaian keseluruhannya itu 31 Oktober nanti. Saat ini kami melakukan uji coba dulu untuk memastikan bahwa 21 Juli bisa open traffic terbatas secara menyeluruh untuk umum,” kata Thabrani.

Dia menyatakan, upaya percepatan pengerjaan jalan nasional Lembah Anai memang sangat bergantung pada dukungan Pemprov Sumbar, TNI/Polri, tokoh masyarakat, serta PT Hutama Karya (HK) selaku rekanan yang terus bekerja siang dan malam.

”Sesuai dengan komitmen pemerintah, kami berharap penggunaan jalur ini secara optimal segera terwujud. Karena ini memang keinginan masyarakat yang sangat bergantung secara ekonomi pada jalan ini,” harapnya.

Di sisi lain, Direktur Lantas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan dalam kesempatan itu mengimbau warga pengguna jalan yang akan melintasi jalur tersebut, senantiasa berhati-hati, tertib, dan tidak mendahului kendaraan lain demi menjaga kelancaran akses jalan tersebut.

”Sebab lokasi ini termasuk ra­wan, dan faktanya ini masih dalam pengerjaan. Masih ada alat yang bekerja. Jadi, jangan ada yang sengaja berhenti untuk melihat proses pengerjaan dan mendokumentasikannya. Terus jalan saja, jangan berhenti, jangan ngebut, karena nanti ada beberapa titik yang kita berlakukan buka tutup,” ucapnya.

Menanggapai hal itu, pengamat transportasi Yossyafra mengatakan, pembatasan kendaraan di awal pembukaan ini kemungkinan karena jalan sepenuhnya belum selesai dikerjakan. ”Pembatasan itu karena jalan itu belum selesai tapi sudah bisa dilalui beberapa jenis kendaraan,” ujar Yossyafra.

Namun Yossyafra sangat mengapresiasi pemerintah karena telah membuka jalan Lembah Anai agar mengurangi jumlah kemacetan di jalur-jalur alternatif.

”Kalau tidak dibuka jalan itu, maka akan berdampak sekalai bagi lalu lintas. Terutama kepada angkutan umum dan angkutan sembako,” katanya.

Kemudian, tambah dia, juga bisa mengurai angka kemacetan di jalur Sitinjauluik, Kota Padang, atau Malalak, Kabupten Agam, yang selama pengerjaan jalan di Lembah Anai banyak menimbulkan kerusakan jalan hingga terjadinya kecelakaan.(cr2/rpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#sumatera barat (sumbar) #lembah anai #jalan putus #Jalur Padang Bukittinggi