Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Berlakukan Buka Tutup di Lembah Anai, Jalur Padang-Bukittinggi via Padangpanjang Sudah Bisa Dilewati

Redaksi • Senin, 22 Juli 2024 | 09:32 WIB
Personel Satlantas Polres Padang Pariaman memberlakukan sistem buka tutup di titik jalan yang masih dalam pengerjaan Jalur Padang-Bukittinggi.
Personel Satlantas Polres Padang Pariaman memberlakukan sistem buka tutup di titik jalan yang masih dalam pengerjaan Jalur Padang-Bukittinggi.

PADANG (RIAUPOS.CO) - Jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai resmi dibuka kembali, Ahad (21/7). Arus lalu lintas jalan nasional yang sempat ditutup lebih kurang dua bulan akibat bencana banjir bandang lahar dingin 12 Mei lalu ini, langsung dipadati kendaraan. Sistem buka-tutup pun dilakukan.

Kasatlantas Polres Padang Panjang, Iptu Afrizal Sahar SH mengatakan, setelah dibukanya jalur Lembah Anai mulai pukul 07.00 WIB, terjadi kepadatan kendaraan karena masih adanya pengerjaan jalan. Sehingga pihaknya memberlakukan sistem buka tutup di lokasi pengerjaan tersebut.

“Ya terjadi kepadatan kendaraan. Karena ada pengaspalan, di jalur Lembah Anai yang kami berlakukan sistem buka tutup,” ungkapnya, Ahad (21/7/2024).

“Sejak pukul 07.00 WIB tadi (kemarin, red) sudah terjadi kepadatan hingga malam. Namum tidak sampai macet panjang karena petugas kita standby di lokasi hingga malam hari,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan personel Satlantas Polres Padang Panjang hingga malam hari untuk mengurai terjadinya kemacetan di kawasan Lembah Anai. Afrizal juga mengatakan kendaraan sumbu 3 masih belum diperbolehkan untuk melalui jalur tersebut. “Untuk kendaraan sumbu tiga belum boleh lewat karena kami masih evaluasi untuk seminggu kedepan,” ungkapnya.

Afrizal mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati melewati jalur tersebut. Hal itu dikarenakan adanya beberapa titik yang masih dalam pengerjaan. “Walaupun sudah dibuka, kita tetap imbau pengendara utamakan keselamatan karena masih banyak titik pengerjaan dan tumpahan material sehingga jalan licin,” katanya.

Tepisah, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Thabrani membenarkan, adanya kepadatan kendaraan karena masih adanya pengerjaan jalan di dua titik. “Iya, jalur Lembah Anai sudah dibuka hari ini (kemarin, red) dan terpantau kendaraan padat dan lancar yang lewati jalur tersebut,” ujar Thabrani.

Thabrani mengungkapkan, kepadatan kendaraan itu dikarena hari dibukanya jalur tersebut bertepatan dengan hari libur dan juga adanya jalur yang masih dalam pengerjaan. “Kemungkinan karena hari ini (kemarin, red) pas hari libur dan tadi (kemarin, red) pengerjaan kami berhentikan sementara supaya tidak menimbulkan kemacetan kenderaan,” ungkapnya.

Thabrani menjelaskan, pihaknya akan tetap berlakukan sistem buka tutup saat pengerjaan jalan berlangsung dan juga akan lakukan evaluasi susai dengan keperluan di lokasi. “Tiap hari kami pantau. Kalau perlu dilakukan evaluasi nanti. Untuk kendaraan sumbu tiga kami akan lakukan evaluasi seminggu ke depan,” ungkapnya.

Menanggapi terjadinya kepadatan kendaraan di Jalur Lembah Anai, Pengemat Transportasi Yosrizal mengimbau kepada pengedara untuk bersabar jika ingin melalui jalur tersebut, karena jalan belum seratus persen selesai.

“Kepadatan ini karena jalan Lembah Anai sudah lama ditutup. Jadi banyak masyarkat yang antusias lewat jalur itu, maka dari itu kita berharap mereka bersabar apabila adanya sistem buka tutup,” ujar Yosrizal.

Menurut Yosrizal, pengerjaan harus tetap dilanjutkan walaupun kendaraan sudah mulai memadati jalur tersebut dan pemberlakuan sistim buka tutup juga harus sesuai dengan waktunya.

“Lebih baik fokus untuk mempercepat perbaikan jalan, jangan diberhentikan karena lalu lintas, kan sudah ada petugas yang memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai terjadinya kemacetan,” ungkapnya.

HKI Penuhi Target Pemulihan Jalan Nasional

Di sisi lain, ruas jalan nasional Padang Panjang-Sicincin yang juga sempat terputus akibat bencana banjir, sudah dapat dilewati , Ahad (21/7). Perbaikan jalan yang sempat terputus sepanjang 5 kilometer (km) itu, selesai dikerjakan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), anak usaha PT Hutama Karya (Persero).

Sebelumnya, HKI diberikan amanah oleh BPJN Sumbar Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir di Sumatera Barat, melalui penanganan mendesak tanggap darurat bencana alam banjir bandang, lahar dingin, dan tanah longsor di ruas Jalan Nasional Padangpanjang-Sicincin KM 62+700-67+800.

Project Manager Penanganan Tanggap Darurat Ruas Padangpanjang-Sicincin HKI Eka Satriades memaparkan bahwa HKI sebagai kontraktor pelaksana ditargetkan pemerintah untuk dapat merealisasikan open traffic di seluruh titik pekerjaan dengan rentang waktu dua bulan setelah bencana.

“Kami diberi amanah oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk melakukan open traffic dalam waktu 70 hari kerja. Open traffic yang dilakukan secara pararel dengan perbaikan jalan permanen ini diharapkan dapat mengembalikan konektivitas dan perekonomian antara Kota Padang dengan daerah lain di sekitarnya. Oleh karenanya kami di lapangan berupaya maksimal untuk mempercepat pekerjaan dan mempersiapkan open traffic ini,” ujar Eka.

Untuk mempersiapkan open traffic, HKI melaksanakan sejumlah hal seperti mempersiapkan pengecekan lebar di setiap lokasi konstruksi agar cukup dilalui oleh dua lajur lalu lintas, pemasangan dan pengecekan rambu–rambu lalu lintas, pemasangan lampu penerangan jalan terutama di lokasi yang rawan kecelakaan, pengaspalan di lokasi-lokasi yang berlubang, menyiapkan traffic-man di lokasi yang sempit dan rawan kecelakaan, dan melaksanakan uji coba open traffic pada 18 Juli 2024.

Uji coba open traffic tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Anasharullah, Kepala BPJN Sumbar Thabrani, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan, beserta tim proyek HKI, yang beragendakan uji coba simulasi kondisi real atau actual Rencana Manajemen Lalu Lintas Proyek (RMLLP).

Adapun hal-hal yang menjadi perhatian dalam uji coba open traffic ini yakni pengawasan ekstra untuk titik-titik jalan yang masih bersinggungan dengan pekerjaan konstruksi, serta antisipasi kemacetan akibat kepadatan kendaraan.

“HKI sebagai kontraktor pelaksana menghimbau kepada masyarakat yang akan melintasi ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin untuk berhati-hati dan mengutamakan keselamatan bersama, menaati rambu-rambu lalu lintas, dan memperhatikan arahan petugas lapangan dikarenakan open traffic ini berjalan pararel dengan kegiatan konstruksi,” tambah Eka.

Dalam melakukan pekerjaan di lapangan, HKI menghadapi sejumlah tantangan seperti lokasi pekerjaan yang cukup sempit, curam, dan akses yang sulit untuk menjangkau area pekerjaan.

Kendati demikian, HKI berkomitmen untuk tetap semaksimal mungkin mengakselerasi pekerjaan dengan mendatangkan dan menggunakan sejumlah alat berat yang disesuaikan dengan keperluan lapangan serta penerapan metode konstruksi yang mampu mempercepat proses pekerjaan di lapangan.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar penanganan tanggap darurat di ruas Padang Panjang-Sicincin ini bisa kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu,” ujar Project Manager Penanganan Tanggap Darurat Ruas Padang Panjang-Sicincin HKI, Eka Satriades.(cr2/r/das)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Arif Oktafian
#lembah anai #lalu lintas #buka tutup jalan #pemulihan jalan nasional #Jalur Padang Bukittinggi