Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Setelah Viral Diduga Anggota TNI Keroyok Polisi dan Warga, Dandim Minta Maaf

Redaksi • Minggu, 18 Agustus 2024 | 08:05 WIB
Dandim 0316/Batam, Kolonel Infanteri Rooy Chandra Sihombing bersama Kapolresta Barelang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu.
Dandim 0316/Batam, Kolonel Infanteri Rooy Chandra Sihombing bersama Kapolresta Barelang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu.

BATAM (RIAUPOS.CO) – Setelah viral aksi brutal diduga anggota TNI melakukan pemukulan terhadap polisi dan masyarakat di Pos PAM Simpang Dam, Seibeduk, Batam, akhirnya Kodim 0316/Batam membenarkan peristiwa tersebut seraya menyampaikan permohonan maaf. Dari keterangannya diketahui pelaku adalah seorang anggota Kodim, berinisial AP.

Kolonel Infanteri Rooy Chandra Sihombing selaku Dandim 0316/Batam menjelaskan AP, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di Koramil Lubukbaja.

“Saat ini pelaku AP telah diamankan dan sedang dalam proses hukum. AP akan menjalani persidangan di pengadilan militer,” ungkap Rooy.

Kolonel Rooy menjelaskan secara singkat bahwa AP terlibat dalam penganiayaan setelah mendapat laporan dari tiga orang yang diduga masyarakat sipil.

“AP melakukan tindakan tersebut secara spontan setelah menerima laporan dari rekannya mengenai gangguan di sekitar pos PAM,” ujar Kolonel Rooy dalam keterangan pers, Jumat (16/8).

“Tindakan AP didorong niat untuk membantu, namun prosesnya tidak sesuai dan malah salah sasaran,” jelasnya.

Akibat insiden ini, selain dua personel Polsek Seibeduk yang menjadi korban, beberapa warga sipil juga mengalami luka-luka.

AP mengaku tidak mengenal korban yang diserangnya dan menegaskan bahwa korban bukan orang yang dimaksud dalam laporan dari rekannya.

Kodim 0316/Batam bersama Polresta Barelang sedang menyelidiki tiga orang yang terlibat dalam insiden tersebut untuk memastikan apakah mereka benar-benar warga sipil atau anggota TNI.

Kolonel Rooy menekankan pentingnya menjaga kondusivitas keamanan Batam dan meminta maaf atas kejadian ini.

“Kami juga mohon maaf atas kejadian ini dan kami tekankan lagi harus selalu bersama sama dengan kapolres kewajiban kami untuk menjaga kondusifitas keamanan wilayah Batam ini,” ujarnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, menambahkan bahwa korban dari kepolisian mengalami memar di pipi dan bahu serta telah menjalani pengobatan. “Korban telah kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkap Kombes Heribertus.

Pihak kepolisian juga membentuk tim untuk mendalami keterlibatan tiga orang yang diduga masyarakat sipil dan memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara maksimal dan transparan.

Laporan: RPG (Batam)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Dandim 0316 Batam #polres barelang #viral pengeroyokan #permintaan maaf