Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Update Pemeliharaan Ruas Terpanjang JTTS Jelang Nataru, Ini Titik Perbaikan di Jalan Tol Terpeka dan Strategi HK Cegah Kecelakaan saat Puncak Libur

Redaksi • Senin, 2 Desember 2024 | 20:20 WIB

Pemeliharaan ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) digesa Hutama Karya jelang libur natal 2024 dan tahun baru 2025 (nataru), baru-baru ini.
Pemeliharaan ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) digesa Hutama Karya jelang libur natal 2024 dan tahun baru 2025 (nataru), baru-baru ini.

PEKANBARU (RIIAUPOS.CO) - Menyambut libur natal dan tahun baru (nataru) 2025 ini, perbaikan ruas jalan tol trans sumatera (JTTS) menjadi salah satu yang diprioritaskan PT Hutama Karya selaku pengelola. Menargetkan pemeliharaan tuntas H-10 libur nataru, berbagai strategi pun disiapkan untuk mencegah kecelakaan.

Pemeliharaan ruas jalan tol dalam rangka menyambut libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memastikan perusahaan telah siap memberikan pelayanan optimal di seluruh ruas jalan tol-nya.

Salah satunya melalui percepatan penyelesaian pemeliharaan jalan tol yang ditargetkan rampung 10 (sepuluh) hari sebelum Libur Natal 2024.

Baca Juga: Perbaikan Ruas Jalan Tol Jelang Nataru Berikut Pembenahan Menyambut Lebaran 2025, Ini Target Kementrian PU

Selain itu, Hutama Karya juga telah menyiapkan sejumlah strategi antisipasi kecelakaan seiring peningkatan trafik kendaraan pada puncak arus libur Nataru untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Kesiapan Hutama Karya ini menjawab instruksi Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti agar seluruh jenis perbaikan jalan tol harus rampung segera.

Dimana seluruh pekerjaan perbaikan juga harus bisa diselesaikan pada 15 Desember atau H-10 Nataru agar tidak mengganggu perjalanan masyarakat.

Baca Juga: Hutama Karya Tanam Pohon di Sekitar Terowongan Gajah, Jaga Ekosistem di Tol Permai

Terkait hal ini, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan dari seluruh ruas yang dikelola, saat ini hanya ada satu ruas tol yang sedang dalam pemeliharaan yakni di ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Tol Terpeka).

“Walau hanya satu ruas, namun jalan tol ini merupakan backbone utama yang akan dilintasi pengguna jalan menuju Lampung, Palembang hingga Jambi. Ini juga merupakan ruas terpanjang di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” ujar Adjib.

Lebih lanjut Adjib menjelaskan bahwa pemeliharaan dilakukan menggunakan metode pelapisan ulang atau scraping, filling, overlay (SFO) dan rekonstruksi perkerasan rigid, dimana saat ini untuk SFO dilakukan di 6 titik strategis.

Baca Juga: Jalan Tol Lingkar Pekanbaru sepanjang 30 Km Masuk Proyek Persimpangan JTTS Selain Junction Palembang 8 Km

 

Yakni KM 174+900 hingga KM 174+971 A, 255+275 hingga 255+294 A, KM 279+720 hingga KM 279+754 A, KM 300+235 A hingga 300+270 A, 311+571 hingga 311+521 B, 252+788 hingga 252+998 B.

Sementara itu, titik pemeliharaan rekonstruksi perkerasan rigid dilakukan pada 9 titik yakni di KM 146+065 hingga KM 146+074 A, KM 149+895 hingga KM 149+917 A, KM 224+600 hingga 224+605 B, KM 265+440 hingga KM 265+434 B.

Baca Juga: Tol Bayung Lencir-Tempino Jambi Rp5,6 T dan Tol Indrapura-Kisaran Rp6,2 T Beroperasional, Jadi 2 Ruas JTTS Diresmikan Jokowi Jelang Akhir Jabatan

Kemudian KM 273+390 hingga KM 273+405 A, KM 274+700 hingga KM 274+710 A, KM278+030 hingga KM 278+035 A, KM 280+750 hingga 280+752 A, 288+550 hingga KM 288+555 A.

“Hingga saat ini progress pemeliharaan sudah mencapai 50% untuk rekonstruksi perkerasan rigid dan 50 persen untuk pemeliharaan SFO, Seluruh pemeliharaan kami targetkan rampung sebelum 15 Desember 2024,” imbuh Adjib.

Pemilihan metode SFO digunakan untuk melakukan pemeliharaan pada perkerasan fleksibel yang mengalami kerusakan berupa alur dan lubang, dengan dilakukannya pekerjaan SFO diharapkan kondisi perkerasan fleksibel dapat bertahan dalam kondisi baik lebih lama.

Baca Juga: Sopir Maut Laka Tol Permai yang Positif Narkoba Ditetapkan Tersangka

Sedangkan metode rekonstruksi rigid digunakan untuk pemeliharaan pada perkerasan rigid yang mengalami retak dan/atau deformasi, dengan dilakukannya pekerjaan rekonstruksi rigid diharapkan kondisi perkerasan kaku dapat kembali seperti semula.

“Dengan metode tersebut, maka kualitas Tol Terpeka akan menjadi lebih baik sehingga memitigasi terjadinya pemeliharaan berulang dalam jangka panjang. Selain itu, diharapkan dapat juga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan, serta memberikan rasa aman dan nyaman pengguna jalan selama periode Nataru ini,” tambah Adjib.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Riau-Sumbar yang Amblas Masih Digesa, Diberlakukan Pembatasan Kendaraan, Mobil Pribadi Fungsional

Tidak hanya dari sisi pemeliharaan pada mainroad, Hutama Karya juga memastikan fasilitas di rest area seperti toilet, ruang menyusui, mushola, hingga tempat makan tetap dalam kondisi bersih serta diawasi secara rutin agar nyaman untuk digunakan.

Baca Juga: Momen Liburan, Volume Tol Pekanbaru-Padang Tertinggi di Antara Ruas JTTS, Sayangnya Pembangunan di Seksi Sumbar Tak Kunjung Selesai

Sementara dari sisi operasional, sejumlah strategi untuk mencegah kecelakaan selama libur Nataru juga disiapkan oleh perusahaan meliputi Operasi Microsleep yang dilaksanakan di titik-titik rawan kecelakaan.

Mulai dari Operasi Simpatik berupa pembagian snack dan kopi gratis kepada pengguna jalan terutama di titik istirahat, sebagai langkah antisipasi kelelahan dan mengantuk.

 

Kemudian Operasi Over Dimension Overload (ODOL) di gerbang tol utama untuk memastikan kendaraan tidak membawa muatan berlebih, lalu penambahan Pos Pengamanan dan Posko Kesehatan bekerja sama dengan Kepolisian dan instansi terkait.

Juga pemasangan rambu peringatan dan Variable Message Sign (VMS) di lokasi rawan kecelakaan dan titik pemeliharaan agar pengemudi lebih waspada.

Baca Juga: Fokus Perbaikan, Jalan Lintas Riau-Sumbar di Tanjung Alai Kembali Ditutup Total Sejak Hari Ini

“Dengan sejumlah strategi tersebut, harapannya kami dapat menekan angka kecelakaan selama libur Nataru dapat ditekan seminimal mungkin hingga zero fatality,” terang Adjib.

Editor : RP Eka Gusmadi Putra
#ruas terpanjang jtts tol terpeka #Hutama Karya #natal 2024 dan tahun baru 2025 #Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) #tahun baru 2025 #libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) #Natal 2024 #Tol Terbanggi Besar Pematang Panggang Kayu Agung Tol Terpeka #Tol Terpeka