PADANG (RIAUPOS.CO) - Jalan Tol Pekanbaru-Padang belum tersambung. Meskipun ruas jalan tol dari Pekanbaru-Bangkinang-XIII Koto Kampar sudah beroperasional, namun dari XIII Koto Kampar yang merupakan perbatasan Riau menuju Sumatera Barat belum ada pekerjaan. Sebab dari Padang-Pekanbaru, masih menyelesaikan seksi Padang-Sicincin.
Bagaimana progres jalan tol Padang-Sicincin yang rencananya akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada bulan ini, Desember? Simak ulasannya berikut.
Memang, rencana peresmian tol Padang-Sicincin yang menjadi salah satu seksi jalan tol Padang-Pekanbaru menjadi jalan tol pertama dibangun di Provinsi Sumatera Barat diharapkan bisa dihadiri langsung presiden.
Baca Juga: Tol Padang-Sicincin Miliki 3 Gerbang, Persingkat Waktu dari Padang ke Sicincin hanya 30 Menit
Termasuk presiden direncanakan juga melakukan Ground Breaking Flyover Sitinjau Lauik.
Namun, kepastiannya belum ada informasi lebih lanjut. Karena berbagai pihak masih terus menggesa ruas jalan tol Padang-Sicincin yang sekarang progres fisiknya baru 85 persenan.
Baca Juga: Pertengahan Desember 2024, Presiden Prabowo Dijadwalkan Ground Breaking Flyover Sitinjau Lauik
Bukan itu saja, ternyata masih ada 12 bidang tanah yang belum dibebaskan pada ruas Jalan Tol Padang-Sicincin ini.
Plt Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, menilai pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin yang telah mencapai 85 persen merupakan progres signifikan. Ia optimis bisa selesai 100 persen pada akhir tahun 2024.
Hal ini disampaikannya dalam rapat antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Ruang Rapat Ditjen Bina Marga, pada November lalu.
Baca Juga: Galodo Menerjang Wilayah Agam Sabtu Malam, Jalur Bukittinggi-Padang Tutup Sementara
Hadir dalam rapat Dirjen Bina Marga Rachman Arief Dienaputra, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Chandra, Penjabat (Pj) Sekda Sumbar Yozawardi, serta sejumlah pejabat Pemprov lainnya.
“Dapat kami sampaikan bahwa progres pembebasan lahan sudah hampir selesai dengan capaian 99,8 persen. Hanya tiga bidang tanah di lokasi akses tol yang belum dibebaskan, tetapi secara prinsip prosesnya hampir rampung,” ujar Audy dalam paparannya.
Baca Juga: Pembebasan Lahan Gerbang Tol Padang-Pekanbaru, Sisa 26 Bidang Tanah Lagi
Audy menambahkan, pembangunan fisik tol saat ini sudah mencapai 85 persen. Dengan target penyelesaian hingga akhir tahun ini, diharapkan tol dapat diresmikan dan segera digunakan.
Proyek tol ini merupakan bagian dari jalur strategis Tol Padang-Pekanbaru yang nantinya diharapkan dilanjutkan ke ruas berikutnya.
Ditambahkan Kadis Perkimtan Sumbar, Rifda Suryani, dari total lahan yang belum dibebaskan, masih tersisa 12 bidang, tiga di antaranya berada di lokasi akses tol.
Baca Juga: Terus Digesa, Pembangunan Konstruksi Ruas Tol Padang-Sicincin Capai 67,20 Persen
“Proses pembebasan lahan ini terus berjalan dan saat ini sedang dalam tahap konsinyasi,” ujar Rifda.
Sementara itu Kepala Dinas BMCKTR, Era Sukma Munaf, menambahkan bahwa jalur kelanjutan proyek tol dari Sicincin ke Bukittinggi direkomendasikan dialihkan ke rute Sicincin-Singkarak-Tanah Datar.
Hal ini mempertimbangkan efisiensi biaya, mengingat rute Sicincin-Bukittinggi yang melewati Kubang Putih membutuhkan anggaran lebih besar.
Sedangkan Dirjen Bina Marga, Rachman Arief Dienaputra, menyebutkan bahwa peresmian jalur tol tersebut telah dikoordinasikan secara intens dengan pimpinan terkait.
“Kami sudah mengatur agar Presiden Prabowo Subianto hadir pada peresmian, yang diupayakan bersamaan dengan Ground Breaking Flyover Sitinjau Lauik pada pekan kedua atau ketiga Desember 2024,” jelasnya.
Rachman Arief menekankan pentingnya kehadiran tol Padang-Pekanbaru sebagai jalur utama yang memudahkan akses antara timur dan barat Sumatera. Keberlanjutan pembebasan lahan pun diharapkan dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Tol Padang-Pekanbaru Memiliki Dampak Ekonomi bagi Kedua Provinsi
“Sumbar memiliki pengalaman sukses dalam pembebasan lahan cepat pada masa lalu, seperti proyek Tabing-Duku sepanjang 10 kilometer. Semoga langkah ini dapat terulang pada proyek tol dan Fly Over Sitinjau Lauik,” tutupnya.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra