Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tol Padang-Sicincin Dibuka 21 Desember, Jalan Lintas Km 106/107 Desa Tanjung Alai Proses Pemadatan

Eka Gusmadi Putra • Kamis, 12 Desember 2024 | 09:31 WIB
Gerbang Tol Padang ruas Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin yang akan dibuka fungsional mulai 21 Desember mendatang.
Gerbang Tol Padang ruas Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin yang akan dibuka fungsional mulai 21 Desember mendatang.

PEKANBARU DAN XIII KOTO KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Empat ruas jalan tol baru dengan total panjang 91,18 kilometer (km) pada trase Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di­buka saat menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Termasuk Tol Pekanbaru-Padang Seksi Pa­dang-Sicincin sepanjang 36,6 km. Empat ruas jalan tol baru ini dibuka fungsional mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

Dengan fungsionalnya ruas-ruas ini, maka akan me­mangkas waktu tempuh cukup signifikan. Di mana Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang-Sicincin yang akan menjadi tol pertama di Provinsi Sumatera Barat akan memangkas waktu tempuh sekitar 30 menit. Sebelumnya perlu lebih dari 1 jam.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan, strategi yang disiapkan untuk mendukung Nataru adalah dengan menambah ruas tol fungsional di JTTS. Selain itu dilengkapi dengan peningkatan layanan transaksi serta memastikan peningkatan layanan di rest area.

Selama Nataru, jalan tol yang akan difungsionalkan oleh Hutama Karya adalah ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) sepanjang 24,67 kilometer (km). Lalu, Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sebagian Seksi 2 Kuala Tanjung-Indrapura yang membentang 10,15 km dikelola oleh anak usaha Hutama Karya.

Kemudian, Jalan Tol Binjai-Langsa Seksi 3 Tanjung Pura-Pangkalan Brandan sepanjang 19 km. Dan terakhir, Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin sepanjang 36,6 km. “Fungsional keempat ruas tol ini rencananya akan dimulai pada 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025 dengan berkoordinasi dengan Dirlantas terlebih dahulu terkait jam operasional dari ruas-ruas fungsional tersebut,” ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi menambahkan, Jalan Tol Binjai-Langsa Seksi Tanjung Pura-Pangkalan Brandan telah dilakukan uji laik fungsi dan operasi pada akhir November lalu. Dengan skema indikator perhitungan baru pada Rapat Pleno ULFO Hutama Karya, ruas tersebut memperoleh hasil simulasi tindak lanjut rekomendasi ULFJ dengan Pemeringkatan Bintang, yaitu bintang 5.

Sementara itu, waktu tempuh dari Binjai ke Brandan menjadi hanya 40 menit. Padahal sebelumnya perlu waktu tempuh dua jam. Waktu terpangkas juga karena fungsionalnya Jalan Tol Binjai–Langsa Seksi Tanjung Pura–Brandan. Keterhubungan jalan tol ini juga akan memudahkan konektivitas bagi wisatawan yang berasal dari Bandara Kualanamu Medan yang akan menuju Brandan hingga Langsa.

Selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Hutama Karya mengoperasikan total 848,86 kilometer (km) ruas jalan tol yang terdiri atas 12 ruas tol bertarif sepanjang 724,08 km. Terdapat satu ruas tol yang belum bertarif sepanjang 33,6 km yakni Jalan Tol Bayung Lencir–Tempino, dan empat ruas tol fungsional sepanjang 91,18 km.

“Kami memprediksi peningkatan trafik kendaraan hingga 24,43 persen di JTTS dibanding dengan periode nataru tahun 2023/2024 dan 28,71 persen jika dibandingkan dengan trafik pada periode normal, utamanya pada puncak arus dimulainya libur nataru yakni pada 22 Desember 2024 dan arus berakhirnya 1 Januari 2025,” beber Budi Harto dalam keterangan resmi yang diterima Riau Pos dari Corcomm HK, Rabu (11/12).

Sementara itu Staf Khusus I Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, persiapan JTTS sesuai arahan Presiden dalam mendukung kelancaran libur akhir tahun. “Penyampaian informasi ini penting sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar BUMN, terutama dalam klaster konektivitas darat dapat memastikan pelaksanaan Nataru 2024/2025 berjalan lancar dan aman,” ujar Arya.

Mendukung kelancaran fungsional ruas tol ini, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan pendukung yang lengkap selama periode fungsional, seperti posko dan personel dengan layanan medis, bantuan darurat, dan informasi perjalanan. Juga penempatan armada siaga, termasuk ambulans, mobil derek, dan patroli jalan raya.

Melalui upaya ini, Hutama Karya tidak hanya mendukung kelancaran perjalanan masyarakat yang merayakan nataru, tetapi juga berkontribusi pada percepatan distribusi barang melalui JTTS. Itu mendukung target pemerintah dalam pengurangan biaya logistik nasional.

Sementara itu dari sisi layanan transaksi, Hutama Karya akan melakukan penambahan 22 unit mobile reader serta 21 ribu stok uang elektronik (UE). Terakhir, untuk memastikan rest area nyaman untuk disinggahi, Hutama Karya juga menambah 12 unit SPBU modular dan 1 unit SPBU reguler, hingga menyiapkan skema holding system. Hutama Karya juga memastikan kesiapan SPKLU bagi mobil listrik.

Dengan akan dioperasikan secara fungsional ruas-ruas baru, Hutama Karya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mempersiapkan diri dan kendaraan sebelum melintas di jalan tol, dan mematuhi tata tertib dan ketentuan yang berlaku di jalan tol.

Pengguna jalan juga diminta berkendara dengan kecepatan maksimum 40 km per jam dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat. Pengguna jalan juga diminta untuk segera beristirahat di tempat istirahat terdekat apabila merasa mengantuk. Bila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol agar segera melapor ke call centre masing-masing ruas.

Pilih Liburan di Riau daripada Antre

Sementara itu, jalan lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) Km 106/107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar masih uji coba dan diberlakukan sistem buka tutup hingga Rabu (11/12). Antrean pun tetap terjadi. Warga ingin liburan ke Sumbar pun memutuskan untuk menunda niatnya.

Hal ini diungkapkan salah seorang warga Bangkinang, Kampar bernama Sudirman. Awalnya, Sudirman berencana pergi berlibur ke Sumbar. Namun, melihat situasi jalan lintas di Tanjung Alai maka niat tersebut ditunda. Sudirman mengatakan akan berlibur ke Sumbar jika jalan lintas ini sudah bisa dua jalur dan tidak buka tutup.

’’Tetapi kalau masih buka tutup di jalan lintas Tanjung Alai ini maka lebih baik berlibur di Riau saja. Walaupun sudah lancar tetapi kalau buka tutup tetap saja menunggu antre. Dari pada antre di jalan lintas ini maka lebih baik mencari tempat berlibur di daerah Riau saja,’’ ujarnya.

Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari menjelaskan, untuk mengatur jalan lintas jalan yang masih uji coba dengan sistem buka ini, pihaknya menempatkan empat personel satlantas setiap hari 1x24 jam.

”Secepatnya jalan lintas Riau-Sumbar Desa Tanjung diburu pengerjaannya. Karena dari pihak pekerja masih proses pemadatan jalan jadi kendaraan arus bergantian. Pengendara diminta untuk tetap bersabar di jalur antrean,” imbau Vino Lestari, Rabu (11/12).

Vino Lestari menjelaskan, kepada pengendara baik dari arah Riau dan Sumbar untuk tetap bersabar di jalur antrean. ”Untuk masyarakat yang akan melintas tolong pastikan kendaraan dalam keadaan baik, sopir juga dalam keadaan sehat. Kemudian kalau ada antrean kendaraan diharapkan tetap di jalur antrean kendaraan,” harap Vino Lestari.

Vino Lestari menambahkan, untuk kendaraan yang antre diharapkan tidak ke luar jalur agar tidak terjadi kemacetan. ’’Bersabar di antrean karena pasti akan dilewatkan karena masih uji coba dan diberlakukan buka tutup,’’ ujarnya.

Batasi Angkutan Barang

Menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), berbagai pengaturan lalu lintas dirancang Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tiga instansi tersebut telah meneken surat keputusan bersama (SKB) untuk pengaturan lalu lintas.

SKB itu ditandatangani pada 6 Desember 2024 oleh Plt Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt Antoni Arif Priadi, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Irjen Pol Aan Suhanan, dan Direktur Jenderal Bina Marga Rachman Arief Dienaputra. SKB tersebut memuat pembatasan operasional angkutan barang pada libur Natal dan tahun baru.

Plt Dirjen Perhubdat A Yani menuturkan, pergerakan ma­syarakat pada momentum nataru diprediksi lebih dari 110 juta. Mayoritas akan berlibur dengan kepergian pertama pada 24 Desember 2024. Sedangkan arus kepergian kedua berlangsung pada 31 Desember 2024. ’’Maka, diperlukan SKB untuk perjalanan masa libur Nataru,’’ jelasnya.

Dia menerangkan, pihaknya sepakat membatasi angkutan barang dengan spesifikasi sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, tambang, dan bahan bangunan.

’’Angkutan barang yang tetap bisa beroperasi hanya yang mengangkut BBM atau BBG, uang, hewan dan pakan ternak, pupuk, penanganan bencana alam, sepeda motor, serta pengangkut barang pokok,’’ terangnya.

Namun, kendaraan tersebut harus dilengkapi surat muatan yang berisi keterangan jenis barang, tujuan, serta nama dan alamat pemilik. ’’Surat ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri,’’ ujarnya.

Pembatasan diberlakukan tiga kali dalam waktu yang berbeda. Dia berharap masyarakat mencermati dan melaksanakan aturan pembatasan itu dengan sebaik-baiknya. ’’Bila terjadi perubahan arus lalu lintas secara situasional, pihak kepolisian dapat melaksanakan diskresi manajemen operasional,’’ terangnya.(idr/c7/oni/das)

Editor : Rindra Yasin
#sumbar #Ruas Tol Fungsional #Libur Nataru 2025 #hk #jalan tol padang-sicincin