BATAM (RIAUPOS.CO) -- Kandang penangkaran buaya milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) di Pulau Bulang, Batam, sempat jebol beberapa hari lalu. Puluhan buaya pun berkeliaran di lingkungan warga.
Namun Tim Terpadu Penanganan Bencana dan Evakuasi Buaya bersama pihak PT PJK, terus melakukan pencarian terhadap buaya yang masih berkeliaran.
Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV Batam, Mayor Laut (P) Rio Nugraha, menyebut bahwa berdasarkan hasil perhitungan pada 23 Januari, terdapat tiga ekor buaya yang belum tertangkap.
Berdasarkan data terbaru per 25 Januari, tim gabungan bersama sudah menangkap total 36 ekor buaya. Sebanyak tiga ekor di antaranya ditemukan dalam kondisi mati, sedangkan 33 ekor lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup.
"Dari total 105 ekor buaya yang berada di kolam sebelum kejadian, kini tersisa 66 ekor di dalam penangkaran. Artinya, 39 ekor buaya sempat lepas, dan hingga saat ini sudah 36 ekor berhasil ditangkap," katanya, Sabtu (25/1).
Penanganan terhadap buaya-buaya yang lepas ini terus dilakukan dengan serius. Tim terpadu akan terus mencari dan menangkap sisa buaya yang belum tertangkap.
Sementara itu, pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, warga Pulau Menkadah berhasil menangkap seekor buaya berukuran sekitar lima meter. Penangkapan ini menambah daftar buaya yang ditangkap.
Selain diminta untuk tetap waspada, masyarakat diminta segera melaporkan jika melihat keberadaan buaya yang masih berkeliaran. Upaya pencarian dan penangkapan akan terus dilakukan hingga seluruh buaya yang kabur dapat dievakuasi kembali ke penangkaran.
Sumber: Batampos.co.id
Editor : Rinaldi