Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Groundbreaking Flyover Sitinjau Lauik di Padang, Menteri PU Dody Hanggodo Sampaikan Hal Ini

Redaksi • Sabtu, 3 Mei 2025 | 20:54 WIB

 

Panorama di sekitar tanjakan Sitinjau Lauik di Sumatera Barat yang memiliki tikungan atau geometrik jalan yang cukup tajam sehingga rawan kecelakaan.
Panorama di sekitar tanjakan Sitinjau Lauik di Sumatera Barat yang memiliki tikungan atau geometrik jalan yang cukup tajam sehingga rawan kecelakaan.
 

PADANG (RIAUPOS.CO) - Jalur Sitinjau Lauik I di Padang, Sumatera Barat merupakan daerah rawan kemacetan dan kecelakaan. Ini karena jalur itu memiliki tikungan atau geometrik jalan yang cukup tajam. Atas dasar itulah kemudian muncul pembangunan flyover di wilayah itu.

Sabtu (3/5/2025),  Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan groundbreaking tanda dimulainya pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Menteri Dody mengatakan bahwa jalur Sitinjau Lauik I merupakan daerah rawan kemacetan dan kecelakaan, karena memiliki tikungan atau geometrik jalan yang cukup tajam. Sehingga, diperlukan penanganan dengan melakukan perubahan geometrik melalui pembangunan jalan baru yang sesuai dengan standar teknis, keselamatan, dan kenyamanan lalu lintas.

"Pembangunan Flyover Panorama I ini diharapkan juga dapat memperbaiki kondisi geometrik jalan dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mempercepat waktu tempuh, dan menurunkan biaya logistik. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat," tuturnya.

Dody Hanggodo berpesan agar pembangunan konstruksi Flyover Panorama I memperhatikan aspek ketahanan gempa. Sumatera Barat, seperti diketahui dikelilingi oleh patahan yang setiap waktu bisa bergerak. Sehingga desain Flyover Sitinjau Lauik harus mempertimbangkan faktor ketahanan gempa.

"Saya berharap karena nanti banyak jembatan, semua jembatan harus mengantongi sertifikat tahan gempa," paparnya Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat 2025-2030 tersebut.

Pembangunan Flyover Panorama I merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha melalui skema ketersediaan layanan atau availability payment (KPBU-AP), dengan nilai investasi sebesar Rp2,79 triliun.

"Proyek ini diprakarsai konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur dengan panjang penanganan 2,77 km terdiri dari AT grade 1,77 km dan elevated 1 km," jelasnya.

Dody berharap kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dalam hal pembebasan/pengadaan lahan dapat segera terwujud agar pekerjaan konstruksi Flyover Sitinjau Lauik dapat berjalan lancar sehingga dapat segera bermanfaat untuk masyarakat.

"Setelah desain dan lahan siap, kegiatan konstruksi akan dilakukan selama 2 tahun dan dilanjutkan dengan masa layanan selama 10 tahun," kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Baca Juga: Bandara SSK II Siap Layani Keberangkatan 2.901 Jemaah Calon Haji Asal Riau

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri PU Dody Hanggodo atas kunjungan dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Barat.

Dia berharap konstruksi proyek flyover Sitinjau Lauik dapat segera terealisasi untuk kemajuan masyarakat.***

 

Editor : Edwar Yaman
#Menteri PU Dody Hanggodo #flyover sitinjau lauik #Groundbreaking Flyover Sitinjau Lauik