BANDA ACEH (RIAUPOS.CO) - Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Provinsi Aceh menelan korban jiwa. Sembilan warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana longsor yang melanda permukiman penduduk di dua kecamatan, yakni Bebesen dan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.
Peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut hampir sepekan terakhir.
Korban berasal dari beberapa desa, masing-masing Desa Tami Delem, Kebayakan, Desa Paya Tumpi Baru (dua orang), Kampung Daling (tiga orang), dan Desa Bukit Sama (dua orang), sehingga total korban mencapai sembilan jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, Rabu (26/11/2025) mengatakan seluruh korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Mereka tertimbun material longsor berupa tanah kuning bersama rumah yang berada di kawasan lereng perkebunan kopi dekat tebing gunung.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, turun langsung ke lokasi dan meninjau penanganan darurat serta kondisi keluarga korban.
Selain longsor, sejumlah titik di Takengon juga mengalami banjir genangan dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Sejumlah ruas jalan protokol di Kota Takengon ikut terdampak akibat sistem drainase lama yang tidak mampu menahan tingginya debit air sehingga menyebabkan luapan ke badan jalan.
Akses menuju beberapa lokasi wisata pun terhambat akibat pohon pinus tumbang karena faktor usia dan tanah yang labil.
BPBD Aceh Tengah terus melakukan upaya respons cepat, termasuk evakuasi, pembersihan pohon tumbang, dan penyaluran bantuan darurat kepada warga terdampak.
Gangguan listrik juga terjadi sejak pagi 26 November 2025, setelah jaringan kabel tertimpa batang pohon dan hingga sore hari belum kembali normal.
Bupati Haili Yoga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah sementara waktu, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih terjadi di Aceh Tengah dan sebagian wilayah Aceh lainnya.
Sumber: Harianrakyataceh.com/RPG
Editor : Eka G Putra