PADANG (RIAUPOS.CO) —Bencana hidrometeorologi melanda Sumatera Barat (Sumbar). Kabupaten Agam menjadi daerah paling parah yang terdampak bencana banjir bandang (galodo). Data resmi hingga Jumat (28/11/2025) pukul 20.00 WIB mencatat 74 orang meninggal dunia, sementara akses jalan menuju Bukittinggi dari berbagai arah dinyatakan lumpuh.
Kepala BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono mengatakan, ini berdasarkan laporan hasil pembaruan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
“Data korban meninggal saat ini mencapai 74 orang. Tim masih melakukan pendataan dan evakuasi lanjutan di lokasi terdampak,” kata Rahmad, di Lubuk Basung, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: PAN Gelar Musda Serentak Se-Riau Sabtu Ini
Berdasarkan data BPBD yang bersumber dari posko tanggap darurat BPBD Kabupaten Agam, korban meninggal tersebar di sejumlah kecamatan terdampak, di antaranya Malalak, Palembayan, Matur, Tanjung Raya, Palupuh, Koto Alam, Kampuang Tangah, dan Subarang Aia. Sejumlah korban masih dalam proses identifikasi.
Berdasarkan data tersebut jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Agam per 28 November 2025 pukul 20.00 WIB tercatat sebanyak 74 orang.
Korban berasal dari sejumlah kecamatan yang terdampak parah, dengan rincian wilayah sebagai berikut:
Kecamatan Malalak (10 orang):
Azmal (50 th), Jasmalwati (60 th), Herman (65 th), Yusmaniar (66 th), Azir (36 th), Marinis (60 th), Gina (23 th), Diman (75 th), Ernawati, Aldo.
Kecamatan Matur (1 orang):
Rajibah (80 th).
Kecamatan Tanjung Raya (2 orang):
Safarudin, Eminar.
Kecamatan Palupuh (1 orang):
- Daud (35 th).
Wilayah Koto Alam (27 orang):
Rika (Sawah Laweh), Nawar (Sawah Laweh), Monik (Sawah Laweh), Ranti (Koto Alam), Aisyah (KP Pili), Sinyur (Palo Banda), Erik (KP Tanjung), Si Aih (Pd. Landuai), Si Em (Sawah Laweh), Agusri (Subarang Aia), Kaider (SP Dingin), Widya Ningsih (Koto Alam), Naila (SP Dingin), Nabila (Sawah Laweh), Resvan Kipli, Zara (SP Dingin), Uci Suma (Sawah Laweh), Kasmawati (Kayu Baro), Safrudin (KP Ava), Nabila (Subarang Aia), Iwik, dan tercatat 6 korban masih dalam status identitas belum diketahui.
Wilayah Palembayan – Kampung Tangah Barat (7 orang):
Betrina, Romi, Asmawati, Tek Jun, Edi Ajo, Bustamam, Leni.
Wilayah Kampung Tangah Timur (9 orang):
Memet, Ni Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi Bustamam, Alif, Yur Boy, Pak Pudin, Sariati.
Wilayah Subarang Aia (17 orang):
Zahara, Iyen Toko, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Mak Aguih, Azam, Wahyu, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, Tek Sidan.
Selain korban jiwa, bencana ini juga berdampak serius pada infrastruktur jalan. BPBD mencatat beberapa jalur utama menuju Bukittinggi tidak dapat dilalui, di antaranya:
Padang – Bukittinggi via Lembah Anai (tidak dapat dilalui)
Padang – Bukittinggi via Malalak (tidak dapat dilalui)
Pasaman Barat – Bukittinggi via Maninjau (tidak dapat dilalui)
Pasaman Timur – Bukittinggi via Palupuh (tidak dapat dilalui)
Palembayan – Bukittinggi via Matur (tidak dapat dilalui)
Lubuk Basung – Bukittinggi via Maninjau (tidak dapat dilalui)
Sementara jalur alternatif yang masih dapat dilalui meliputi:
Baca Juga: Update Terkini Banjir Padang: Korban Meninggal Bertambah jadi 8 Orang, 31.845 Warga Terdampak
Batusangkar–Bukittinggi via Baso
Payakumbuh–Bukittinggi via Baso
Sawahlunto – Bukittinggi via Baso
Sijunjung–Bukittinggi dan Solok–Bukittinggi via Singkarak
BPBD Agam menegaskan upaya evakuasi, asesmen kerusakan, dan pendataan korban masih terus dilakukan bersama tim gabungan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan melintas di jalur yang telah dinyatakan terputus demi keselamatan,” ujar Rahmad.***
Editor : Edwar Yaman