Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Galodo dan Longsor di Jembatan Kembar Padangpanjang: 16 Jenazah Teridentifikasi, Ini Rinciannya

Redaksi • Minggu, 30 November 2025 | 08:52 WIB
Update tanggap darurat hari kedua banjir bandang Padangpanjang, 16 korban teridentifikasi, proses DVI terus dilakukan di Posko utama.
Update tanggap darurat hari kedua banjir bandang Padangpanjang, 16 korban teridentifikasi, proses DVI terus dilakukan di Posko utama.

 

PADANG (RIAUPOS.CO) – Bencana galodo atau banjir bandang dan longsor melanda kawasan Jembatan Kembar Padangpanjang di jalur utama Jalan Raya Padang-Bukittinggi, memakan korban jiwa, Kamis (27/11/2025). Pada hari kedua masa tanggap darurat Sabtu (29/11/2025), sebanyak 16 jenazah korban jiwa telah berhasil diidentifikasi.

Kapolres Padangpanjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, menyampaikan perkembangan data tersebut saat meninjau langsung Posko Disaster Victim Identification (DVI) Penanganan Bencana Banjir Bandang Kota Padangpanjang.

Bencana pada Kamis lalu itu diketahui menimpa para pelintas dan warga sekitar yang berada di Jembatan Kembar Padangpanjang.

 Baca Juga: DPRD Rohil Gelar Rapat Paripurna dengan Lima Agenda Ranperda Penyertaan Modal Disahkan

"Hari ini, Sabtu (29/11/2025), adalah hari kedua penetapan masa tanggap darurat di wilayah Kota Padangpanjang pasca-terjadinya Galodo dan longsor yang memakan korban jiwa," ujar AKBP Kartyana di lokasi Posko DVI.

Berdasarkan pemutakhiran data jenazah korban bencana banjir dan longsor di Jembatan Kembar Padangpanjang yang teridentifikasi per Sabtu (29/11/2025) pukul 12.00 WIB, total 16 korban telah berhasil dicocokkan identitasnya.

Sebanyak 13 jenazah di antaranya berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, dan tiga jenazah lainnya berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangpanjang.

Jenazah di RS Bhayangkara Padang:

  1. Nilmawati (59), warga Silaing Bawah, Kota Padangpanjang.
  2. Riki Saputra (38), warga Singgalang, Kabupaten Tanahdatar.
  3. Junimar (52), warga Silaing Bawah, Kota Padangpanjang.
  4. Agung Purnomo (35), pegawai PLN Bukittinggi.
  5. Silvi Marya Putri (25), warga Pantai Cermin, Kabupaten Solok.
  6. Roby Handaryo (43), anggota TNI AD, warga Tanjung Emas, Kabupaten Tanahdatar.
  7. Maryulis (52), warga Silaing Bawah, Kota Padangpanjang.
  8. Zainal Alias Manang (50), warga Silaing Bawah, Kota Padangpanjang.
  9. Fitri Ramayani (29), warga Silaing Bawah, Kota Padangpanjang.
  10. Hengki (40), warga Silaing Bawah, Kota Padangpanjang.
  11. Netti (37), warga Silaing Bawah, Kota Padangpanjang.
  12. Zeni S. Marpaung (24), anggota Sub Denpom I/-5 Padangpanjang.
  13. Rahayu Putri Anjani (21), warga Pantai Cermin, Kabupaten Solok.

 Baca Juga: Dampak Cuaca Buruk Nelayan di Rohil Diminta Tunda Melaut

Jenazah di RSUD Padangpanjang:

 

  1. Meri Andani (30), warga Silba, Padangpanjang.
  2. Angger Raja Prakarsa (25), warga Kel. Sungai Durian, Payakumbuh.
  3. Gusrial (37), warga Padang Tiakar, Payakumbuh.

Saat ini, Tim SAR Gabungan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap korban-korban yang diduga masih tertimbun material longsoran ataupun terseret arus di sepanjang sungai yang berada di kawasan Lembah Anai.

Untuk mempermudah proses identifikasi dan informasi, posko DVI telah menyediakan layanan hotline yang dapat dihubungi:

  1. Posko DVI RSUD Padangpanjang: +62 813-6363-300
  2. Posko DVI RS Bhayangkara Padang: 0751-22270.

Kapolres Padangpanjang mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang kemungkinan besar terdampak bencana Galodo dan longsor di area Jembatan Kembar, namun hingga kini belum ditemukan, untuk segera mencari informasi lebih lanjut.

"Masyarakat diimbau untuk mendatangi ruang jenazah RSUD Padangpanjang guna mendapatkan keterangan dan memastikan status anggota keluarganya," tutup AKBP Kartyana.***

Editor : Edwar Yaman
#Galodo Padangpanjang #jembatan kembar #banjir bandang