Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

16 Ruas Jalan Provinsi di Sumbar Rusak

Redaksi • Senin, 1 Desember 2025 | 11:59 WIB

GRAFIS
GRAFIS


PADANG (RIAUPOS.CO) - Pemprov Sumbar melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) mengonfirmasi bahwa 16 ruas jalan provinsi mengalami kerusakan di 54 titik akibat bencana yang terjadi saat ini.

Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armizoprades melaporkan, bahwa 16 ruas jalan provinsi mengalami kerusakan akibat longsor, amblas, jembatan rusak, dan pohon tumbang. ”Total terdapat 54 titik permasalahan, terdiri dari badan jalan amblas, bahu jalan terban, longsor, jembatan rusak berat, serta pohon tumbang,” jelasnya.

Rincian kerusakan 54 titik yaitu Badan jalan amblas: 11 titik, Bahu jalan terban: 24 titik, Longsor: 13 titik, Jembatan rusak berat: 2 titik, dan Pohon tumbang: 4 titik. Beberapa ruas yang terdampak antara lain Mangopoh-Padang Luar, PantiSimpang Empat, Pangkalan Koto Baru-Sialang-Gelugur, Teluk Bayur-Nipah-Purus, hingga Lubuak Basung-Sungai Limau.

Kepala Bidang Bina Marga Adratus Setiawan menambahkan bahwa proses pendataan masih berlangsung. Prioritas utama saat ini adalah membuka akses jalan untuk evakuasi dan distribusi logistik ”Di lapangan kami tidak bekerja sendiri. Ada dukungan dari TNI/Polri, relawan, pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Padangpariaman, akhir pekan lalu. Salah satu titik prioritas yang dikunjungi adalah area runtuhnya Jembatan Anduriang di Kecamatan 2x11 Kayutanam, yang mengalami kerusakan fatal hingga memutus akses mobilitas masyarakat.

Dalam agenda itu, Qodari menekankan kebutuhan percepatan proses pendataan, khususnya pada kerusakan fisik infrastruktur umum yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Menurutnya, laporan komprehensif yang valid harus segera tersedia, agar pemerintah pusat dapat memetakan dan mengeksekusi tindak lanjut melalui kementerian dan lembaga teknis.

”Tim wajib segera merampungkan pendataan total, mencakup kondisi jalan, jembatan, serta fasilitas publik lainnya. Setelah itu, data harus langsung disampaikan ke pusat untuk diproses oleh instansi terkait,” ujar Qodari.

Qodari mengungkapkan, kunjungan kali ini semula diagendakan menuju Posko Pengungsian Kampung Galapuang. Namun, dinamika situasi di lapangan membuat fokus peninjauan beralih ke titik-titik kerusakan berat yang bersifat mendesak. Meski demikian, ia memastikan arahan untuk mendistribusikan bantuan presiden tetap berjalan sesuai rencana.

”Kami menugaskan sebagian tim untuk menuju Posko Galapuang dan menyalurkan bantuan yang bersumber dari Presiden, karena dukungan bagi warga di pengungsian tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Agam Porak-poranda, Gelombang Pengungsian Meluas
Bencana hidrometeorologi basah yang menghantam seluruh kecamatan di Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 kini menunjukkan skala kerusakan dan korban yang makin mengerikan. Hingga pukul 12.00, Ahad (30/11), tercatat 87 warga meninggal dunia, sementara 76 lainnya masih hilang di berbagai titik bencana.

Pusat-pusat galodo dan longsor menjadi lokasi dengan korban terbanyak. Di Toboh, Malalak Timur, 10 korban telah ditemukan, namun lima orang masih dicari. Di Arika, Nagari Dalko, Tanjungraya, longsor menewaskan empat orang. 

Korban juga ditemukan di Paninggiranbawah, Nagari Nanlimo, Palupuh, atas nama M. Daud yang tertimbun longsor. Di Kuok III Koto, Matuamudiak, satu korban ditemukan meninggal dan tiga masih hilang.

Banjir bandang di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Tanjungraya, menewaskan satu warga dan menyebabkan dua orang hilang. Sementara di Jorong Labuah, Nagari Sungaibatang, satu korban meninggal dilaporkan.

Gelombang korban paling banyak tercatat di wilayah Salarehaie Timur, Palembayan, yang luluh lantak diterjang galodo dahsyat. Di Jorong Kotoalam, terdapat 27 korban meninggal, enam di antaranya belum teridentifikasi.

Di Jorong Kampungtangah, jumlah korban mencapai tujuh warga meninggal, sementara 12 lainnya masih hilang. Di Jorong Kampungtangah Timur, empat warga ditemukan meninggal dan 12 warga lainnya masih belum ditemukan. Di Jorong Subarangaie, jumlah korban mencapai titik paling mengkhawatirkan, 17 warga meninggal dan 50 orang masih hilang.

Sementara, di wilayah Salarehaie Barat, galodo juga memakan korban. Di Jorong Ampuang dan Lubukbatu, 9 warga meninggal, dan lima di antaranya belum dapat diidentifikasi. (wni/apg/eri/ptr/rpg)

Editor : Arif Oktafian
#jalan rusak #sumbar #banjir #sumatera