Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BMCKTR Fokus Percepat Penanganan Longsor, Sebab Sebagian Besar Jalan Provinsi Sumbar Belum Bisa Dilalui

Redaksi • Senin, 1 Desember 2025 | 23:51 WIB

BMCKTR Sumbar percepat penanganan longsor di berbagai ruas jalan, termasuk Koto Mambang, Balingka dan Jembatan Katangka. Terlihat pengerjaan jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Ampek dan Panti.
BMCKTR Sumbar percepat penanganan longsor di berbagai ruas jalan, termasuk Koto Mambang, Balingka dan Jembatan Katangka. Terlihat pengerjaan jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Ampek dan Panti.
 

PADANG (RIASUPOS.CO) — Akibat longsor yang melanda Sumatera Barat (Sumbar), sebagian besar ruas jalan provinsi masih belum dapat dilalui kendaraan. Hingga kini, hanya jalur Simpang Ampek–Panti yang sudah kembali terbuka untuk akses lalu lintas.

Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades mengatakan pihaknya terus mengerahkan alat berat dan personel, terutama pada titik rawan di Kelok 44, ruas Padang Sawah–Palupuh, serta Matur.

 “Sisanya masih belum tuntas dan belum bisa dilewati,” ujar Armizoprades, didampingi Ka UPTD Wilayah I Elfiandri dan PPK Toni.

 Baca Juga: Polda Riau Sita Aset Bandar Narkoba Jaringan Internasional, Ini Rinciannya

Dari wilayah Agam, Kepala UPTD Hermanita Sabir menyampaikan bahwa jalan provinsi belum dapat dilalui kendaraan, kecuali sepeda motor.

Peninjauan lapangan kembali dilakukan pad Ahad (30/11/2025) oleh Kepala Dinas BMCKTR bersama Kepala Bidang Bina Marga dan Kepala UPTD Wilayah III di sepanjang jalur Koto Mambang–Balingka.

Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan percepatan penanganan.

 Baca Juga: Diperintah Langsung Kapolda, 290 Personel BKO Polda Riau Mulai Turun ke Lokasi Bencana di Agam

Rangkaian Penanganan Longsor dan Kerusakan Infrastruktur:

Longsor 28 November 2025

Longsor di ruas Koto Mambang–Balingka ditangani sejak hari kejadian. Peralatan dari pihak Gerindra membantu membuka akses sementara sebelum penanganan teknis dilanjutkan oleh Dinas BMCKTR.

Jembatan Katangka

Sejak 29 November 2025, jembatan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat melalui jembatan darurat berlantai kayu. Mulai 1 Desember, penimbunan oprit jembatan dilakukan untuk memastikan akses lebih aman.

Material galodo di Jorong Toboh Tangah

BMCKTR akan menurunkan alat berat untuk membersihkan sisa material demi memulihkan fungsi jalan.

Jembatan Toboh Gadang

Jembatan ini putus total dan tidak memungkinkan penanganan darurat karena bentang yang terlalu lebar. Diperlukan pembangunan jembatan permanen sepanjang 80 meter dengan estimasi biaya Rp25 miliar. Di sekitar lokasi, teridentifikasi 25 titik longsor, dua di antaranya dalam kondisi kritis akibat badan jalan terban.

Penanganan alat berat

Satu unit ekskavator milik HKI telah dikerahkan pada dini hari untuk membersihkan material longsor di ruas Koto Mambang–Balingka sebagai bagian dari upaya percepatan pembukaan akses.***

Editor : Edwar Yaman
#jalan provinsi #BMCKTR Provinsi Sumbar #Percepat Penanganan Longsor #longsor sumbar