Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kisah Pilu Bayi 3 Bulan Korban Banjir Bandang Agam, Seluruh Keluarga Meninggal, Selamat karena Tersangkut di Pohon

Afiat Ananda • Rabu, 3 Desember 2025 | 08:50 WIB
Wali Nagari Selaras Air Timur, Ahmad Fauzi, menunjukan lokasi rumah Fathan dan beberapa rumah warga lainnya yang habis tersapu banjir bandang pada Kamis (27/11/2025) lalu. Foto diambil Selasa (2/12).
Wali Nagari Selaras Air Timur, Ahmad Fauzi, menunjukan lokasi rumah Fathan dan beberapa rumah warga lainnya yang habis tersapu banjir bandang pada Kamis (27/11/2025) lalu. Foto diambil Selasa (2/12).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peristiwa banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menyisakan banyak cerita pilu. Salah satunya dialami oleh bayi laki-laki umur 3 bulan bernama Fathan. Warga Desa Sungai Selaras Air Timur ini kehilangan seluruh keluarganya.

Fathan selamat setelah tersangkut di sebuah pohon setelah rumahnya disapu bersih oleh banjir bandang pada Kamis (27/11/2025) petang. Wali Nagari Selaras Air Timur, Ahmad Fauzi, mengungkapkan, seluruh anggota keluarga Fathan tidak ada yang selamat.

"Anak kita ini tinggal dirumah bersama ibu, ayah, nenek, om, tante, dan kakaknya. Tidak ada yang selamat kecuali Fathan yang pada malam itu ditemukan tersangkut di pohon," ungkap Wali Nagari, Rabu (3/12/2025).

Lebih jauh disampaikan dia, ayah Fathan sempat dilarikan ke RSUD Lubuk Basung. Namun nyawanya tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (28/11/2025). Paman Fathan, juga sempat dilarikan ke RS.

"Paman sempat dibawa ke RS. Berbarengan dengan Fathan. Namun Almarhum tak tertolong," paparnya.

Lebih jauh diceritakan Wali Nagari, Fathan dan keluarga memang tinggal di pinggir sungai. Dekat dari jembatan yang menghubungkan Desa Selaras Air Timur dengan Desa Seberang Air. Disana ada sekitar 5-6 rumah. Saat banjir bandang, semua rumah tersebut habis tersapu.

"Memang warga disini banyak yang tinggal di pinggir sungai. Karena dari cerita nenek moyang kami, bahkan di dalam Tambo (cerita turun temurun, red) kami, tidak pernah ada air sungai meluap sampai sebesar ini. Makanya banyak warga yang biasa saja tinggal di pinggir sungai," tambahnya.

Hingga kini, lanjut Wali Nagari, masih banyak warganya yang belum ditemukan. Bahkan laporan dari warganya, masih ada warga lain yang tertimbun. Namun karena keterbatasan alat berat, proses evakuasi masih belum bisa dilakukan.

"Dengan jumlah alat berat yang ada saat ini, memang belum cukup. Kami berharap ada bantuan tambahan alat berat," harapnya.(nda)

 

Editor : Edwar Yaman
#banjir bandang agam #korban selamat #wali nagari #Bayi 3 Bulan selamat dari banjir