Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hulu Sungai yang Membelah Palembayan Agam Sudah Berganti Jadi Kebun Sawit

Afiat Ananda • Jumat, 5 Desember 2025 | 17:55 WIB
Sungai yang dulunya berdiamter 100 meter, sekarang melebar menjadi 1.000 meter lebih pascabanjir bandang.
Sungai yang dulunya berdiamter 100 meter, sekarang melebar menjadi 1.000 meter lebih pascabanjir bandang.

AGAM (RIAUPOS.CO) - Banjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, disebut sebagai bencana paling besar yang pernah terjadi menurut Tambo atau cerita turun-temurun masyarakat setempat.

Tidak pernah sebelumnya air bah sebesar itu menerjang wilayah tersebut, sehingga banyak warga memilih bermukim di tepi sungai yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Namun, pada Kamis (27/11/2025), sungai yang mereka andalkan berubah menjadi penyebab bencana. Air bah besar datang membawa material batu, lumpur, dan menyapu habis ratusan rumah.

Wali Nagari Selaras Air Timur, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa hulu sungai Palembayan berada di bukit yang memunggungi Danau Maninjau. Di sana terdapat sebuah telaga yang menyerupai danau kecil, dikenal masyarakat sebagai Bukit Danau.

Menurutnya, kawasan yang dahulu dipenuhi pohon penyangga kini mengalami alih fungsi lahan menjadi ladang sawit.

"Memang banyak pokok-pokok sawit di sana. Kami tidak tahu apakah ini ada kaitannya,” ujar Ahmad Fauzi, Kamis (4/12/2025).

Ahmad Fauzi menuturkan, sebelum bencana, sungai yang membelah Palembayan hanya memiliki lebar sekitar 100 meter. Namun setelah banjir bandang, lebarnya melonjak drastis hingga 1.000 meter. Batu-batu besar ikut turun dari bukit, menghancurkan pemukiman warga yang berada dekat aliran sungai.

"Ada ratusan rumah di pinggiran sungai yang tersapu habis. Saya sendiri tidak menyangka peristiwa pilu ini benar-benar terjadi,” katanya.

Ia mengaku saat kejadian tengah berada di kampung seberang bersama Kapolsek. Ketika menuju lokasi, ia mendapati seluruh kawasan di sepanjang sungai telah rata dengan tanah.

"Sama sekali tidak menyangka. Semua sudah hilang saat saya tiba,” imbuhnya.

Warga setempat menduga perubahan besar pada kondisi sungai dipengaruhi oleh kerusakan hutan di sekitar Bukit Danau. Alih fungsi lahan yang menghilangkan tutupan pohon penyangga diduga membuat air meluap tanpa hambatan dan membawa material besar dari kawasan perbukitan.

Hingga kini, proses pencarian korban dan penanganan darurat masih dilakukan oleh tim gabungan. Masyarakat berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi hulu sungai dan aktivitas perkebunan sawit yang berkembang di kawasan tersebut.

Editor : M. Erizal
#sungai #Galodo Agam #Palembayan Agam #alih fungsi lahan #Bencana Alam Sumbar