PADANG (RIAUPOS.CO) —Bencana banjir dam longsor atau galodo Sumatera Barat (Sumbar)telah berdampak besar kepada warga. Meski cuaca mulai membaik, pemerintah mencatat peningkatan aktivitas pencarian, evakuasi, dan distribusi bantuan.
Ribuan warga masih berada di pengungsian akibat rumah rusak, hanyut, atau tertutup material. Berdasarkan update bencana Sumbar, tercatat 210 korban meninggal, terdiri dari 184 teridentifikasi dan 26 belum teridentifikasi. Sebanyak 214 orang masih hilang, 112 luka, dan 22.354 jiwa mengungsi. Total warga terdampak mencapai 178.264 jiwa.
Kerusakan rumah juga signifikan: 1.777 rusak ringan, 569 rusak sedang, 1.632 rusak berat, 38.701 terendam, dan 1.035 unit hilang atau hanyut. Dampak terhadap layanan dasar meliputi 86 rumah ibadah, 22 fasilitas kesehatan, 16 kantor, dan 156 sekolah.
Baca Juga: Gantikan M Jamil, Dedi Sambudi Resmi Jabat Kepala Disketapang Pekanbaru
Kerugian sementara ditaksir lebih dari Rp1,7 triliun mencakup rumah, ekonomi, layanan dasar, dan prasarana. Di lapangan, tim BPBD, TNI–Polri, relawan, serta tenaga kesehatan terus melakukan pencarian dan evakuasi pada titik-titik yang sebelumnya terisolir. Distribusi logistik dan pembukaan akses menuju wilayah terdampak dilakukan paralel.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan tiga prioritas utama penanganan saat ini.
Pertama, pembukaan akses, termasuk perbaikan jalan dan jembatan yang tertutup longsor. Kedua, penyediaan air bersih, mengingat banyak jaringan pipa rusak dan sumur warga tertutup lumpur. Pemprov telah menyiapkan tandon air untuk suplai bertahap.
Prioritas ketiga adalah pemenuhan kebutuhan khusus bagi bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Mahyeldi mengimbau donatur untuk menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan tersebut.
“Semoga para donatur dapat mengarahkan bantuannya pada kebutuhan-kebutuhan itu,” ujar Mahyeldi, Sabtu (6/12/2025).
Sementara itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah lanjutan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Tahapan tersebut akan dilaksanakan setelah masa tanggap darurat berakhir dan seluruh pendataan kerusakan selesai dilakukan.***
Editor : Edwar Yaman