Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Prabowo Akui Penanganan Tak Secepat Perkiraan, Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Tembus 1.006 Jiwa

Redaksi • Minggu, 14 Desember 2025 | 14:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan warga saat melihat kondisi di posko pengungsian Masjid Al Abrar, Takengon, Aceh, Jumat (12/12/2025).
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan warga saat melihat kondisi di posko pengungsian Masjid Al Abrar, Takengon, Aceh, Jumat (12/12/2025).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera terus bertambah. Hingga Sabtu (13/12) sore, total korban jiwa di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah menembus angka lebih dari seribu orang. Sementara itu, Presiden Prabowo yang bertolak ke Sumatera Utara (Sumut) setelah meninjau Aceh mengakui penanganan yang dilakukan pemerintah tidak bisa secepat yang diperkirakan sebelumnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, terjadi penambahan jumlah korban meninggal dunia dibandingkan data sehari sebelumnya.

“Untuk korban jiwa meninggal dunia secara total tiga provinsi, dari 995 jiwa per hari kemarin, saat ini 1.006 jiwa,” kata Abdul dalam konferensi pers daring pada Sabtu (13/12).

Abdul kemudian memerinci perubahan data korban meninggal dunia di masing-masing provinsi terdampak. Penambahan korban tercatat terjadi di seluruh wilayah bencana.

“Perubahan ini terjadi di Aceh, dari 411 ke 415 jiwa korban meninggal dunia, kemudian Sumatera Utara dari 343 menjadi 349 jiwa, dan Sumatera Barat dari 241 ke 242 jiwa,” terangnya.

Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang menunjukkan penurunan. Dari sebelumnya 226 jiwa pada Jumat (12/12), kini berkurang menjadi 217 jiwa per Sabtu (13/12).

Berdasarkan data BNPB, korban hilang di Aceh tercatat sebanyak 34 orang, Sumatera Utara 91 orang, dan Sumatera Barat 92 orang. Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat adanya penurunan jumlah pengungsi di wilayah terdampak bencana. Penurunan tersebut mencapai ratusan ribu jiwa seiring dengan mulai surutnya banjir di sejumlah daerah.

“Kemudian untuk pengungsian, berkurang 199.508 jiwa,” pungkasnya.

BNPB menyatakan proses pencarian korban hilang serta penanganan dampak bencana masih terus dilakukan, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan dan masyarakat setempat.

Prabowo Akui Penanganan Tidak Secepat Perkiraan

Pemerintah harus mempercepat pembenahan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana banjir dan longsor. Sebab, hingga kini, distribusi bantuan masih terkendala akses. Setelah mengunjungi Aceh, Presiden Prabowo Subianto kemarin (13/12) mendatangi wilayah bencana di Sumatera Utara (Sumut). Tepatnya di Kabupaten Langkat.

Prabowo mengklaim, kondisi pascabencana di Sumatera cukup baik. Misalnya soal kekurangan air bersih dan perbaikan tanggul yang dilakukan oleh personel TNI-AD dan Polri. ”Alhamdulillah, Sumut sudah lebih baik (dibandingkan dengan, Red) sejak terakhir saya datang,” ungkapnya.

Prabowo menyebutkan, perhatiannya tertuju pada dampak bencana di Sumatera. “Karena saudara-saudara adalah bagian dari kita semua. Kami tidak akan tinggalkan kalian sendiri,” ucapnya.

Seusai kegiatan, Prabowo menemui media. Pada kesempatan ini, dia mengakui adanya keterlambatan. Kendalanya adalah kondisi alam yang sulit pascabencana. Banyak wilayah yang masih terisolasi. Karena itu, perbaikan infrastruktur seperti jalan dilakukan agar bantuan bisa sampai.

Prabowo mengakui bahwa listrik di wilayah itu masih jadi kendala. Beberapa wilayah sudah menyala. Tetapi wilayah lain masih gelap. Dia menyebutkan, menyelesaikan masalah ternyata tidak bisa secepat yang menjadi harapan masyarakat selama ini. “Karena kondisi fisik dan alam yang masih kita harus atasi, menara-menara listrik itu sangat berat, kemudian ada kendala sebagian daerah masih banjir sehingga kabel kabel tidak bisa tembus,” ujarnya. Meski begitu, dia menargetkan dalam satu atau dua pekan ke depan masalah ini sudah selesai. Ketika disinggung soal hunian tetap untuk para pengungsi, dia menyebut, pemerintah sudah berencana mengalokasikan pembangunan perumahan khusus.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa ada wacana membangun 2.000 rumah bagi korban bencana di Sumatera. Pembangunan ini dibantu oleh corporate social responsibility (CSR).

Mengenai penebangan hutan secara ilegal, Prabowo berjanji menertibkan. “Saya mau tertibkan semua itu. Sudah mulai kami tertibkan,” kata Prabowo. Pada Jumat (12/12), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, tim penyidik sudah menetapkan tersangka pembalakan hutan di Batangtoru. Pembalakan hutan itu diduga kuat menjadi penyebab banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kunjungan Prabowo selama dua hari di Sumatera Utara dan Aceh untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan dengan cepat. Untuk daerah yang sudah bisa dijangkau, kebutuhan pangan, pakaian, obat, hingga air bersih akan dicukupi. “Hampir seluruh RS juga sudah berfungsi, meskipun belum seoptimal yang seharusnya,” katanya.

Di Aceh Tamiang, Puskesmas Masih Kolaps

Duka dari bencana Sumatera memantik aksi sosial dari banyak tenaga medis. Salah satunya adalah dokter spesialis ortopedi sekaligus dosen S2 Manajemen Bencana Studi Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Adib Khumaidi.

Adib bersama relawan lain berada di Aceh Tamiang. Kemarin dia menunjukan kondisi Puskesmas Karang Baru. “Dari 15 Puskesmas di Aceh Tamiang, semuanya kolaps,” kata Adib. Kolaps yang dimaksud Adib bukan sekadar bangunan. Hasil Rapid Health Assessment menunjukkan dua lapis persoalan.(yus/lyn/oni/jpg/muh)

Editor : Bayu Saputra
#korban jiwa akibat banjir #banjir sumut #banjir sumatera #banjir aceh #bencana Sumatera #banjir sumbar #longsor