BANDA ACEH (RIAUPOS.CO) - Bencana banjir bandang dan tanah longsor membuat ribuan warga Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) kehilangan tempat tinggal. Mereka kini terpaksa tinggal di tenda pengungsian. Namun, tak lama lagi mereka bisa mendapat rumah baru. Sebab, pemerintah akan membangun ribuan hunian tetap (huntap) untuk mereka.
Rencana pembangunan huntap itu disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kemarin. Dia menjelaskan, untuk tahap awal, huntap yang dibangun sebanyak 2.603 unit. Pembangunan akan dimulai pada bulan ini juga. ’’Walaupun ini masih tahapan tanggap darurat, kita juga sudah siap. Doakan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita mulai membangun hunian tetap,” paparnya usai mengikuti rapat tingkat menteri (RTM) penanganan bencana di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, kemarin (17/12).
Ara, sapaannya, mengungkapkan bahwa pembangunan huntap di tahap awal ini tidak akan menggunakan APBN. Anggaran yang digunakan berasal dari donasi masyarakat. ’Dari Yayasan Buddha Tzu Chi 2.500 unit, dari saya pribadi 103,” katanya.
Disinggung mengenai lokasi huntap, Ara mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan pemetaan. Dari rapat-rapat yang sudah dilakukan, ada beberapa lokasi yang diusulkan. Penentuan lokasi disesuaikan dengan klasifikasi huntap.
Dia menjelaskan, relokasi bukan sekadar memindahkan orang. Namun juga memastikan keamanan di lahan baru. Termasuk memastikan lokasi yang digunakan untuk relokasi dekat dengan satuan pendidikan, fasilitas umum, dan ekosistem lainnya.
Korban Capai 1.059 Jiwa
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera kembali bertambah. Hingga Rabu (17/12), total korban jiwa di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tercatat mencapai 1.059 orang.
Data tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang digelar secara daring Rabu (17/12).
“Rekapitulasi korban meninggal pada hari ini berjumlah 1.059 jiwa,” kata Abdul Muhari yang disiarkan di kanal YouTube BNPB.
BNPB merinci, jumlah korban meninggal dunia paling banyak tercatat di Provinsi Aceh dengan 451 jiwa. Sementara itu, Sumatera Utara mencatat 364 korban meninggal dunia dan Sumatera Barat sebanyak 244 jiwa.
Selain korban meninggal dunia, BNPB juga menyampaikan perkembangan terbaru jumlah warga terdampak yang masih mengungsi. Abdul menyebut, jumlah pengungsi mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. “Untuk jumlah saudar-saudara kita yang masih mengungsi kemarin, total 606.040 jiwa, hari ini berkurang 28.440 jiwa. Sehingga total pengungsi- berjumlah 577.600 jiwa,” pungkasnya.
Kemenkes Fokus Tangani Aceh
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirim 641 tenaga kesehatan (nakes) ke Sumatera untuk membantu penanganan medis. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman kemarin (17/12) mengatakan, para nakes itu akan fokus di Aceh. Para nakes itu terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga farmasi, radiografer, hingga kesehatan lingkungan. “Fokus ke Aceh karena di sana yang masih ada faskes belum jalan,” tuturnya.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebutkan, mereka yang dikirim berasal dari berbagai organisasi. Mulai dari organisasi profesi kesehatan hingga relawan dari berbagai lembaga seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Ada juga dokter dari TNI dan Polri. “Tenga kesehatan ini akan disebar di pos pengungsian, rumah sakit, dan puskesmas,” ujarnya. Mereka akan ditempatkan selama dua minggu, lalu diganti dengan gelombang berikutnya.
Pembersihan Aceh Tamiang
Proses pemulihan daerah-daerah terdampak bencana masih terus berlangsung. Pantauan wartawan JPG Azami Ramadhan di Kabupaten Aceh Tamiang, stok air bersih masih menjadi persoalan. Di Gampong (Kampung) Bundar, Kecamatan Karang Baru, misalnya, air bersih baru diterima secara terbatas beberapa hari pasca banjir. ”Air masuk itu tanggal 4–5 Desember. Ya begitulah (terlambat), kami sampai mandi pakai air kubangan,” ujar Widi, warga setempat.
Hal senada disampaikan Warga Bukit Rata Kuala Simpang, Zainuddin. Dia mengapresiasi pemerintah yang telah membagi toren di tepi jalan sebagai tampungan air bersih. Toren berukuran besar itu dapat difungsikan oleh masyarakat.
Pada bagian lain, pembersihan puing dan sisa lumpur di ruas jalan nasional Aceh Tamiang terus dilakukan kemarin (16/12). Sejumlah alat berat dikerahkan. Surveyor sekaligus pelaksana lapangan PT Pembangunan Perumahan (PP) Bayu Andriadi menjelaskan, pihaknya telah bekerja sejak dua pekan terakhir dengan membagi penanganan di sejumlah titik terdampak, termasuk wilayah Aceh Tamiang dan Kabupaten Langkat. ’’Sampai sekarang masih ada unit kami yang bekerja di sana,” katanya kemarin (16/12).
Bantuan Masyarakat Riau
Peduli dengan nasib warga yang tertimpa musibah banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, tiga daerah di Riau Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Indragiri Hilir mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan mereka. Bantuan yang dikumpulkan ini langsung disalurkan ke berbagai daerah yang terkena bencana. Dari Rohil, bantuan diserahkan ke Solok. Bantuan Rohul diantar Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar dan Batang Toru, Provinsi Sumut. Sementara dari Inhil akan diantar ke tiga daerah terdampak.
Menempuh waktu perjalanan hampir 24 jam, bantuan kemanusiaan untuk korban bencana dari Rokan Hilir (Rohil) sampai di Solok dan dilakukan penyerahan secara resmi, Selasa (16/12) malam.
Sebelumnya bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan, pakaian dan berbagai jenis bantuan tersebut diberangkatkan Senin (15/12) sore, dari Bagansiapiapi, Rohil. Penyerahan bantuan dilakukan di Posko Utama Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Solok, kawasan Islamic Center.
Bupati Rohil H Bistamam menyerahkan langsung bantuan yang dihimpun darii OPD di lingkungan Pemkab Rohil, lintas organisasi, pelajar hingga masyarakat tersebut dengan didampingi Sekda Rohil Fauzi Efrizal, Sekretaris Dinsos Rohil Denin Wahyu, Sekretaris Diskominfotiks Rohil Juliandra, dan Komisioner BAZNAS Rohil Junaidi.
Penyerahan bantuan diterima Bupati Solok, Jon Firman Pandu, bersama Sekda Kabupaten Solok Medison, para asisten, serta jajaran OPD terkait. Dalam sambutannya, Bupati Rohil H Bistamam menyampaikan bahwa kedatangannya merupakan bentuk kepedulian dari OPD, berbagai organisasi, komunitas dan masyarakat Rohil atas musibah yang menimpa masyarakat di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok.
“Sebagai saudara, kami datang untuk melihat langsung keadaan dan membawa sedikit bantuan berupa sembako serta obat-obatan yang diangkut menggunakan tiga unit mobil truk,” kata H Bistamam.
Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Solok dan mendoakan agar masa sulit ini segera berlalu. “Semoga proses pemulihan berjalan cepat. Doa kami menyertai seluruh masyarakat Kabupaten Solok agar tetap kuat menghadapi cobaan ini,” katanya.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu SH menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas kehadiran langsung Bupati Rohil. Ia menyebut perjalanan jauh yang ditempuh rombongan Rohil menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dalam melayani warga terdampak.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Bupati H Bistamam. Perjalanan beliau sangat luar biasa, hampir 24 jam untuk sampai ke sini. Ini adalah ‘obat’ bagi kami di tengah suasana duka,” kata Jon Firman Pandu.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk perhatian dari Presiden Prabowo Subianto dan bantuan gotong royong antar-daerah seperti yang dilakukan Pemkab Rohil, memberikan semangat baru bagi Kabupaten Solok untuk melakukan langkah pemulihan pascabencana.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong inilah yang membuat kami kuat. Kehadiran Bapak Bupati Rohil beserta jajaran hari ini sangat berarti bagi kami semua,” katanya. Selain di Solok, rombongan dari Rohil tersebut dijadwalkan akan menyerahkan bantuan juga di Tapsel-Sumut dan di Aceh Tamiang, Aceh.
Donasi Rp324 Juta dan Dua Truk Bantuan
Kepedulian insan pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terhadap korban bencana alam kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Melalui program Disdikpora Rohul Peduli Bencana, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rohul berhasil menghimpun donasi sukarela dari insan pendidikan sebesar Rp324.864.440.
Tak hanya dalam bentuk uang, bantuan kemanusian untuk provinsi tetangga dengan Rokan Hulu itu disertai bantuan barang dan sembako yang disalurkan ke daerah terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, Disdikpora Rohul memberangkatkan dua unit mobil logistik yang membawa bantuan ke Batang Toru, Provinsi Sumut serta Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar.
Kepala Disdikpora Kabupaten Rohul H Damri Poti SSos MAP saat dikonfirmasi, Rabu (17/12) mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud empati dan kepedulian keluarga besar Disdikpora Rohul terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
“Bantuan yang kami salurkan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar Disdikpora Rohul terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta membantu kebutuhan mendesak di lokasi terdampak,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, lanjutnya, Disdikpora Rohul juga menyalurkan bantuan uang tunai yang dikirim langsung ke rekening resmi penanganan bencana di sejumlah daerah terdampak, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sekretaris Disdikpora Kabupaten Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak menjelaskan, penggalangan donasi dilakukan secara sukarela dan melibatkan seluruh insan pendidikan di Kabupaten Rohul. Pada hari penyaluran, Rabu (17/12), bantuan logistik dikirim menggunakan dua unit truk ke daerah tujuan.
“Selain bantuan berupa barang dan sembako yang kami kirim langsung ke daerah terdampak, Disdikpora Rohul juga menyalurkan bantuan uang melalui rekening resmi penanganan bencana di masing-masing daerah. Hal ini dilakukan agar bantuan dapat diterima secara cepat dan tepat serta dapat dimanfaatkan oleh saudara kita yang terdampak bencana,” jelas Alreza Ahyu kepada wartawan, Rabu (17/12), usai melepas pemberangkatan dua unit truk bantuan donasi Insan Pendidikan Rohul ke Sumut dan Sumbar.
Melalui program Disdikpora Rohul Peduli Bencana, Alreza berharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana di daerah tujuan bantuan.
Sementara itu, Bupati Rohul Anton ST MM, menyambut baik kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Disdikpora Rohul. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian dalam membantu sesama yang tengah tertimpa musibah. “Dengan harapan bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban dan kebutuhan hidup bagi masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera (Sumut, Sumbar dan Aceh),” sebutnya.
BPBD Inhil Akan Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima bantuan kemanusiaan mencapai ratusan juta rupiah. Bantuan tersebut dihimpun sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatera.
Bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelaku usaha, hingga partisipasi perorangan dan instansi pemerintahan. Bantuan tersebut terdiri dari uang tunai serta berbagai kebutuhan pokok yang akan disalurkan kepada korban bencana.
Kepala BPBD Inhil R Arliansyah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ari Syuria, Rabu (17/12) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, solidaritas dan kepedulian masyarakat Inhil menunjukkan rasa empati yang tinggi terhadap saudara-saudara di daerah lain yang sedang dilanda musibah.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat Inhil terhadap korban bencana di Sumatera. Dana dan logistik yang terkumpul akan segera kami salurkan melalui mekanisme yang telah ditetapkan agar tepat sasaran,”ujarnya.
BPBD Inhil memastikan proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah terdampak bencana. Diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban dan membantu proses pemulihan pascabencana.
BPBD Inhil juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. “Bantuan yang kami terima pertanggal 17 Desember 2025 senilai Rp311.289.000 dan telah dijadikan sembako serta kebutuhan dasar,” ucapnya.
Selain itu, BPBD Inhil juga telah mengumpulkan sumbangan ratusan karung pakaian bekas yang layak untuk masyarakat terdampak bencana di sumatera.
“Untuk penyerahan kami akan koordinasi dulu dengan beberapa instansi, setelah itu kami koordinasi sama tim titik titik nya di 3 provinsi. Bantuan yang dikumpulkan di BPBD Inhil hingga tanggal 20 desember 2025,” tutupnya.(mia/lyn/zam/oni/jpg/fad/epp/*2)
Editor : Bayu Saputra