BATAM (RIAUPOS.CO) - Kisah memilukan kembali menimpa pengemudi ojek online (ojol), kali ini terjadi di Batam. Seorang pengemudi ojol ditemukan sudah tak bernyawa di kawasan ruko Palm Spring, Batam Kota, tengah malam, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Mirisnya, pengemudi ojol bernama Asep itu posisinya masih tertunduk di atas sepeda motor yang dikendarainya.
Peristiwa menyayat itu terjadi di depan ruko Palm Spring Blok B3 Nomor 01, Batam. Saat ditemukan, Asep masih mengenakan jaket hijau khas Gojek dan helm dengan stiker komunitas ojek online.
Motor Honda Beat Street hitam bernomor polisi BP 3100 UI yang ia gunakan terparkir rapi, seolah ia hanya berhenti untuk beristirahat sejenak setelah berkeliling mencari penumpang.
Dari kejauhan, pemandangan tersebut tampak seperti pengemudi yang tertidur karena kelelahan.
Namun ketika warga mendekat, mereka menyadari Asep sudah tidak lagi bergerak. Kabar itu pun segera dilaporkan ke pihak berwenang.
Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, beberapa jam sebelumnya Asep masih terlihat beraktivitas seperti biasa.
Tidak ada tanda-tanda mencurigakan ataupun keluhan yang disampaikan kepada warga sekitar. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tim Inafis Polresta Barelang melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Dugaan awal mengarah pada faktor kelelahan atau kemungkinan penyakit yang sebelumnya diderita korban.
Namun untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah Asep kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan rekan sesama pengemudi ojek online.
Di balik jaket hijau yang dikenakan, tersimpan cerita tentang perjuangan mencari nafkah di tengah persaingan dan kerasnya kehidupan kota.
Kejadian ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga kondisi kesehatan di tengah tuntutan pekerjaan yang panjang dan tidak mengenal waktu.
Editor : M. Erizal