PADANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Indonesia terus mempercepat penyediaan hunian bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatra yang terjadi pada November 2025 lalu. Sebagai BUMN penyedia solusi bahan bangunan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi turut ambil bagian dengan membangun hunian tetap (huntap) sebanyak 150 unit di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
Dalam program ini, SIG memasok kebutuhan material bangunan berupa semen dan Bata Interlock Presisi (BIP) yang diproduksi oleh anak usahanya, PT Semen Padang.
Dalam kunjungan ke lokasi pembangunan pada Senin (6/4/2026) lalu, Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan, ketersediaan hunian yang layak huni serta aman menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: Banten-Lampung Calon Tunggal Tuan Rumah PON XXIII
Menurutnya, penggunaan bata interlock presisi menjadi solusi yang tepat karena tidak hanya menghasilkan konstruksi yang kuat, tetapi juga waktu konstruksi yang cepat sehingga dapat segera ditempati.
”Kami terus memastikan pasokan dan kualitas material tetap terjaga hingga ke lokasi proyek sehingga pembangunan berjalan lancar. Nantinya akan dibangun sebanyak 150 unit hunian, di mana pada tahap pertama ini sedang berjalan pembangunan 40 unit yang diharapkan bisa segera selesai dan dapat ditempati oleh masyarakat terdampak,” kata Indrieffouny Indra.
Indrieffouny Indra menambahkan, BIP menjadi material utama yang mendukung percepatan proyek ini karena dinilai mampu memangkas waktu pembangunan secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas. Sistem pemasangan yang saling mengunci (interlock) menghasilkan konstruksi yang kuat dengan tampilan modern. Selain itu, material ini juga mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk, sehingga menjadi nilai tambah pada hunian.
Baca Juga: Tiwi/Fadia Tuntaskan Revans atas Ganda Korsel di BAC 2026, Belajar dari Piala Sudirman 2025
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan volume produksi BIP untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh. Ini menjadi komitmen kami yang dilandasi rasa tanggung jawab sebagai BUMN solusi bahan bangunan untuk terus mendukung pembangunan di Indonesia dengan menyediakan bahan bangunan yang inovatif dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG dan PT Semen Padang yang secara konsisten menjaga standar kualitas bangunan. Bahkan SIG dan PT Semen Padang dinilai sangat responsif ketika terdapat kendala di lapangan yang membuat proses pembangunan berjalan lancar dan terkontrol.
“Dukungan yang diberikan betul-betul nyata. Kekurangan apa pun langsung ditindaklanjuti untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” kata Kahar.
Menurut Kahar, penggunaan BIP menjadi solusi konstruksi yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberi kenyamanan bagi penghuni.
“Pemasangannya lebih cepat, sehingga menghemat waktu dan biaya. Selain itu, kondisi di dalam rumah juga terasa lebih sejuk. Semoga pembangunan 40 unit hunian tahap pertama ini dapat segera rampung agar dapat ditempati oleh masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: The Red Tiga Kali Kalah Beruntun, Arne Slot Tidak Merasa Salah Cadangkan Salah
Selain di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, SIG dan PT Semen Padang melalui kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar dan Kadin Indonesia juga turut berperan dalam pembangunan huntap di Kampung Talang, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Kontribusi dalam penyediaan hunian menjadi bukti kehadiran SIG dan PT Semen Padang dalam membantu korban bencana Sumatra untuk bisa menata kehidupan yang lebih baik.(hbk)
Editor : Edwar Yaman