Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Menanti Kelanjutan Tol Bukittinggi–Sicincin Sepanjang 41,1 Km Bakal Jadi Jalur Alternatif Lembah Anai

Redaksi • Minggu, 7 Juni 2026 | 17:50 WIB

Rencana jalan tol Bukittinggi-Sicincin untuk memperkuat konektivitas wilayah di Sumatra Barat. (Hutama Karya)

Rencana jalan tol Bukittinggi-Sicincin untuk memperkuat konektivitas wilayah di Sumatra Barat. (Hutama Karya)

PADANG (RIAUPOS.CO) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris bersama sejumlah kementerian/lembaga dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada Kamis (4/6/2026) lalu. 

Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur di Sumatra Barat berjalan terarah, terintegrasi, dan selaras dengan agenda konektivitas nasional.

Kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan koridor strategis Lembah Anai serta rencana lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin. Dua agenda ini menjadi perhatian penting karena memiliki peran strategis dalam memperkuat aksesibilitas antarkawasan, meningkatkan ketahanan jaringan transportasi, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatra Barat.

 Baca Juga: Jalur Perekonomian Warga dan Akses Menuju Sekolah Bagi Anak Talang Mamak, Pembangunan Jembatan Presisi Polsek Rengat Barat Tuntas 

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Direktur Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Kementerian PPN/Bappenas Dail Umamil Asri, Plt. Direktur Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Juari, Direktur Kemitraan dan Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Taufiq Hidayat, Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Andri N.R. Mardiah, serta Kasubdit Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Fahmi Aldiamar. Hadir pula Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, perwakilan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, Direktur Operasi II PT Hutama Karya Infrastruktur Tomy Herlambang, beserta jajaran.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melihat langsung kebutuhan, tantangan, serta arah penguatan pembangunan infrastruktur di Sumatra Barat, khususnya pada sektor konektivitas transportasi.

"Melalui kunjungan kerja ini, kami ingin melihat secara langsung kondisi, kebutuhan, serta tantangan pembangunan infrastruktur di lapangan, khususnya terkait penanganan koridor strategis Lembah Anai dan rencana lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin. Pembangunan ini kami pandang penting sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memastikan keberlanjutan manfaat jalan tol yang telah beroperasi,” ujar Abdul Malik.

Baca Juga: Kaum Hawa Wajib Tahu! Konsumsi Magnesium Sangat Penting, Apa Saja Makanan yang Mengandung Mineral Ini? 

Ke depan, ujar Abdul Malik, apabila koridor Bukittinggi–Sicincin ini dapat terhubung dengan ruas Sicincin–Padang, jaringan tol di Sumbar akan berfungsi lebih utuh dan terintegrasi, baik dalam mempercepat arus logistik, meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang, maupun menjadi akses alternatif yang lebih andal pada wilayah rawan bencana seperti Lembah Anai. 

“Masukan dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan badan usaha pelaksana menjadi penting agar perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan dapat disusun secara lebih terpadu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat," ujar Abdul Malik.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan teknis di lapangan dengan arah perencanaan pembangunan infrastruktur nasional. 

"Bagi Hutama Karya, dukungan dan koordinasi lintas pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan konektivitas di Sumbar dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami siap mendukung agenda tersebut melalui pelaksanaan proyek yang andal, adaptif, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang," ujar Iwan.

Baca Juga: Delapan Hot Spot Terpantau, BPBD Kuansing Pastikan Bukan Karhutla

Dalam agenda peninjauan, Hutama Karya memaparkan perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Sicincin–Padang yang sebelumnya telah beroperasi sepanjang 36 km, serta rencana lanjutan pengembangan konektivitasnya menuju Bukittinggi. Kehadiran ruas ini menjadi salah satu pengungkit mobilitas baru di Sumatra Barat, terutama dalam mempercepat waktu tempuh, memperluas akses menuju pusat-pusat ekonomi dan destinasi wisata, serta mendukung pergerakan barang dan jasa.

Selain itu, rombongan turut meninjau kawasan Lembah Anai untuk melihat progres penanganan infrastruktur pada salah satu koridor vital yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah tengah hingga utara Sumatra Barat. Penanganan koridor ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan konektivitas masyarakat, kelancaran logistik, serta keselamatan pengguna jalan.

Konektivitas Jalan Tol Sicincin–Padang dan koridor Lembah Anai juga menunjukkan pentingnya keterhubungan antarinfrastruktur strategis dalam membentuk jaringan transportasi yang utuh. Sejak dibukanya kembali akses Lembah Anai, trafik Tol Sicincin–Padang mencatat peningkatan signifikan.

Pada periode libur panjang akhir pekan lalu, ruas ini bahkan menjadi ruas dengan pertumbuhan trafik tertinggi di lingkungan Hutama Karya, yakni lebih dari 80% dibandingkan trafik normal. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran akses penghubung yang andal mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan jalan tol.

 Baca Juga: Demi Viral di Media Sosial, Dua Pemuda Ini Berpakaian ala Pocong Keliling Koto Taluk, Endingnya Diamankan Polisi

Ke depan, manfaat tersebut diyakini akan semakin besar apabila konektivitas jalan tol dilanjutkan hingga koridor Bukittinggi–Sicincin sepanjang 41,10 km, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Pekanbaru–Padang dan memiliki urgensi tinggi sebagai koridor strategis penghubung Sumatra Barat dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Riau.

Berdasarkan kajian perencanaan, ruas Bukittinggi–Sicincin juga berpotensi memberikan penghematan waktu tempuh hingga 55,91% serta penghematan jarak perjalanan sebesar 8,88%, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan kunjungan wisata, serta pergerakan logistik yang lebih kompetitif bagi Sumatra Barat.***

Editor : Edwar Yaman
#Konektivitas Sumbar #Hutama Karya #pertumbuhan ekonomi