Banjir Landa Kabupaten Agam: 70 Rumah Terendam di Nagari Sungai Batang Terendam, Ratusan Warga Mengungsi

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 13:01 WIB
Tim gabungan melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (18/7/2026) malam. Banjir akibat luapan Sungai Batang Tumayo merendam puluhan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. (BPBD Agam)
Tim gabungan melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (18/7/2026) malam. Banjir akibat luapan Sungai Batang Tumayo merendam puluhan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. (BPBD Agam)

 

AGAM (RIAUPOS.CO) – Bencana alam kembali melanda Kabupaten Agam. Akibat hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (18/7/2026) malam memicu terjadinya banjir dengan meluapnya Sungai Batang Tumayo. Alhasil sebanyak 70 rumah di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya terendam dan ratusan warga terpaksa mengungsi setelah air meluap ke kawasan permukiman.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Agam, banjir mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 19.45 WIB. Luapan air dipicu tingginya curah hujan yang diperparah oleh pendangkalan aliran Sungai Batang Tumayo.

Dampak banjir tersebar di dua wilayah. Yakni Jorong Kubu dan Jorong Labuah. Ketinggian air di kedua lokasi mencapai sekitar 70 sentimeter sehingga merendam puluhan rumah warga.

Baca Juga: Penguasaan Lini Tengah Jadi Faktor Penentu

Di Jorong Kubu, sedikitnya 50 rumah terdampak banjir. Sekitar 200 jiwa sempat mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Selain itu, sebanyak 20 kepala keluarga atau 60 jiwa sempat terjebak di dalam rumah akibat derasnya arus banjir. Mereka kemudian berhasil dievakuasi melalui upaya mandiri maupun bantuan tim gabungan yang berada di lokasi.

BPBD Kerahkan Tim Gabungan

Di Jorong Labuah, banjir juga merendam 20 rumah warga dengan ketinggian air yang sama. Sebanyak 250 jiwa mengungsi ke kawasan Data dan rumah keluarga terdekat hingga kondisi dinyatakan lebih aman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan tim gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat. Penanganan difokuskan pada asesmen cepat, pendataan dampak, serta membantu proses evakuasi warga.

 Baca Juga: Mengenal Perawatan Luka Modern di RS Awal Bros

"Kami bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi. Saat ini kondisi air sudah mulai surut dan proses pendataan serta pemantauan terhadap warga terdampak terus dilakukan," kata Rahmad Lasmono dalam keterangan resminya, Ahad (19/7/2026).

Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Agam, Basarnas, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut mempercepat proses evakuasi warga yang terdampak sekaligus memastikan kondisi di lapangan terus dipantau hingga air benar-benar surut.

Baca Juga: Pelaporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni Ditolak, Pakar Hukum Pidana Ini Desak KPK Usut Dugaan Penerimaan Amplop  

Waspada Potensi Banjir Susulan

Meski sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing setelah genangan berangsur surut, BPBD Agam mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat dapat memicu banjir susulan di kawasan rawan.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sepanjang aliran sungai dan wilayah rendah di Kecamatan Tanjung Raya, untuk terus memantau perkembangan cuaca dan segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak guna memastikan keselamatan warga sekaligus mendata kebutuhan penanganan pascabanjir apabila diperlukan.***

Editor : Edwar Yaman
Sumber : padek.jawapos.com
sungai batang tumayo BPBD Agam kabupaten agam warga mengungsi banjir