Rumah di Permukiman Mewah Meledak, Tiga Tewas

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:05 WIB
Personel tim gabungan mengevakuasi korban meninggal diduga akibat ledakan gas di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara/Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Tampak garis polisi dipasang di kawasan permukiman mewah ini. (RPG)
Personel tim gabungan mengevakuasi korban meninggal diduga akibat ledakan gas di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara/Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Tampak garis polisi dipasang di kawasan permukiman mewah ini. (RPG)

 

MEDAN (RIOAUPOS.CO) - Tim gabungan menemukan dua korban tewas dalam proses evakuasi reruntuhan rumah yang hancur akibat ledakan di permukiman mewah, Kompleks Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7). Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB dalam kondisi meninggal.

Dengan demikian, maka total ada tiga korban meninggal dalam insiden ledakan yang terjadi pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB lalu tersebut. Ketiganya adalah Jesica (istri pemilik rumah), Ros (asisten rumah tangga), dan Sinta (babysitter).

Sedangkan tiga korban selamat adalah Jeavelin (bayi perempuan berusia tiga tahun anak dari Jesica dan Hasan), ayah Hasan, dan seorang kurir yang tengah mengantarkan barang. Jeavelin dan dua korban luka lainnya itu saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Columbia Asia Medan.

Baca Juga: Air Meluap ke Jalan Padang-Bukittinggi di Lembah Anai

Seperti dilaporkan Sumut Pos (RPG), Camat Medan Polonia Alfi Pane menyebut, ketika ledakan terjadi, Hasan sedang tidak di rumah. Selain menghancurkan rumah utama, ledakan juga merusak sedikitnya empat rumah lain di sekitarnya. Material bangunan beterbangan hingga menimpa kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi.

Adapun Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, korban kedua berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.45 WIB dari lantai dua bangunan yang roboh. “Untuk identifikasi korban meninggal kedua, kami masih menunggu proses di rumah sakit,” kata Jean di lokasi kejadian.

Hasil investigasi awal Polrestabes Medan mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah sebagai pemicu ledakan. Jenazah Jesica yang kali pertama ditemukan kemarin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga: Cuaca di Sumbar Berubah-ubah, Warga Diminta Waspada

Proses Evakuasi

Jean menjelaskan, tim harus bekerja hati-hati dalam melakukan evakuasi setelah berkoordinasi dengan ahli konstruksi untuk menghindari risiko bangunan kembali ambruk. “Ruangannya sangat sempit, diapit bangunan di kiri dan kanan. Ada kolom baja yang menjadi hambatan sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu,” jelasnya.

Sementara terkait penyebab ledakan, Jean menyatakan, penyelidikan masih berlangsung. Setelah seluruh proses evakuasi selesai, polisi bersama PT Perusahaan Gas Negara akan melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan dugaan awal kebocoran pipa gas bawah tanah.(man/ttg/jpg)

Editor : Arif Oktafian
ledakan rumah Medan Kompleks Grand Polonia Medan Polonia