Kabupaten Simalungun Diguncang Gempa Bumi M 6.4, Tidak Berpotensi Tsunami 

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Peta pusat gempa di Kabupaten Simalungun. (Istimewa)
Peta pusat gempa di Kabupaten Simalungun. (Istimewa)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Indonesia dihantam dua gempa bumi hebat. Sabtu (15/8) pagi, gempa bumi magnitudo 7,7 mengoyang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sabtu sore, gempa mengguncang Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

"Telah terjadi gempa bumi magnitudo (M) 6.4 di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara pada Sabtu (15/8) pukul 17.54 WIB," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan PhD.
 
Dijelaskannya, berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada pada Lintang 2.97 LU dan Bujur 98.95 BT dengan kedalaman 163 kilometer. Pusat gempa berada di darat dan tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga: Gempa M7.7 Nagekeo NTT, Guncangan Terasa hingga Sulawesi Selatan, Update Korban 2 Meninggal di Sikka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Utara melaporkan gempa dirasakan di beberapa wilayah antara lain Kabupaten Simalungun, Kota Medan, Kabupaten Pakpak Barat, dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dijelaskannya, BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak. Personil diturunkan untuk melakukan asesmen terhadap dampak dan korban jiwa yang mungkin ditimbulkan akibat peristiwa ini. 

Di Kabupaten Simalungun, Kota Medan, dan Kabupaten Pakpak gempa dirasakan kuat selama 30 detik. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, gempa dirasakan kuat selama 10 detik.

Baca Juga: 75 Persen Rudal dan Drone Iran Masih Utuh dan Siap untuk Perang Panjang, Trump: Cuma 22 Persen

BNPB mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi. "Masyarakat hendaknya melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman sesuai instruksi petugas di lapangan dan menghindari bangunan dan benda yang rawan roboh, seperti tiang listrik dan papan reklame. Senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG," harapnya.

Editor : Rinaldi
gempa bumi gempa medan gempa simalungun gempa sumut tidak berpotensi tsunami