Gempa Nias Selatan Tidak Berpotensi Tsunami, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Subduksi

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:41 WIB
Peta episenter gempa M5,8 di laut 157 km tenggara Nias Selatan berdasarkan parameter terbaru BMKG. )Istimewa)
Peta episenter gempa M5,8 di laut 157 km tenggara Nias Selatan berdasarkan parameter terbaru BMKG. )Istimewa)

 

PADANG (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memperbarui parameter gempa bumi yang mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (18/8/2026) pukul 13.02.23 WIB. Gempa di kedalaman 35 kilometer itu  yang sebelumnya berkekuatan magnitudo 6,1 menjadi 5,8.

Gempa yang berpusat di laut 157 kilometer tenggara Nias Selatan tersebut tidak berpotensi tsunami dan getarannya dirasakan hingga sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

Direktur Gempa Bbumi dan Tsunami BMKG Dr Wijayanto mengatakan, episenter gempa berdasarkan parameter terbaru berada pada koordinat 0,67° Lintang Selatan dan 98,29° Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 157 kilometer arah tenggara Nias Selatan.

 Baca Juga: Tsabita yang Sempat Dilaporkan Hilang Ditemukan di Kos Temannya, Begini Penjelasan Pihak Keluarga

"Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyatakan gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Artinya, proses geologi saat dua lempeng tektonik bumi saling bertumbukan, dan salah satu lempeng menunjam ke lempeng lainnya.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," ujar Wijayanto.

 

Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah

BMKG menerima laporan masyarakat yang merasakan gempa dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah. Intensitas IV MMI dilaporkan terjadi di Tapanuli Utara.

Pada skala tersebut, gempa pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan oleh beberapa orang di luar rumah. Gerabah dilaporkan dapat pecah, sementara jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Baca Juga: Nias Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 6,1, Getarannya Terasa hingga ke Padang

Sementara intensitas III MMI dirasakan di Padang Sidempuan, Nias Selatan, Padangpanjang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Padang, Padangpariaman, Pariaman, Pasaman Barat, dan Kabupaten Agam.

Pada intensitas III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang berlalu. Adapun intensitas II MMI dilaporkan dirasakan di Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Pantau Gempa Susulan

Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. BMKG menyatakan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

Baca Juga: Ungkap Tuntas Kejahatan Tambang Ilegal, Polda Riau Tangkap Pemodal hingga Pemilik Toko Emas

BMKG mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi mengenai gempa bumi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.***

Editor : Edwar Yaman
Sumber : padek.jawapos.com
Gempa Nias Selatan bmkg tidak berpotensi tsunami