SOLOK (RIAUPOS.CO) - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pascabanjir bandang atau galodo menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat masih berlangsung hingga Selasa (22/9). Tim gabungan menemukan satu korban meninggal dunia dan satu warga yang dilaporkan masih hilang.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Hendri, mengatakan penyisiran terus dilakukan di sepanjang aliran sungai. “Kami masih melakukan penyisiran untuk mencari satu korban yang hingga saat ini belum ditemukan,” ujarnya, kemarin.
Bencana galodo bermula dari hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solok sejak Sabtu (19/9). Berdasarkan keterangan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok, Brikto Yandri, hujan deras kembali turun sejak Senin (21/9) pukul 18.00 WIB dan memicu banjir bandang di kawasan Arosuka, pusat pemerintahan Kabupaten Solok sekitar pukul 20.00 WIB.
Baca Juga: 11 Kantor Rusak, 28 Kendaraan Terdampak, 32 Warga Mengungsi Akibat Galodo Terjang Solok
Sejumlah kawasan yang terdampak parah antara lain Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Nagari Bayu Aro, dan Nagari Koto Gaek Guguk di Kecamatan Gunung Talang. Titik kejadian berada pada koordinat sekitar 0°57›9.23» LS - 100°37›17.30» BT, dengan jarak garis lurus sekitar 37 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, atau sekitar 52 kilometer melalui jalur darat dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam.
Ratusan Personel Dikerahkan
Tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang diberangkatkan pertama kali pukul 21.53 WIB dengan enam personel. Sekitar satu jam berselang, pukul 23.05 WIB, unit siaga SAR Tanah Datar turut diturunkan untuk memperkuat operasi dan tiba di lokasi pada pukul 01.10 WIB dini hari.
Pendataan pada pukul 05.45 WIB mencatat empat korban luka-luka, tiga di antaranya menjalani perawatan di RSUD Arosuka dan satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Semen Padang, sementara 32 warga terdampak berhasil dievakuasi.
Baca Juga: Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok
Situasi berkembang pada pukul 09.33 WIB, ketika warga bernama Alfan Alkadri melaporkan adanya dua orang yang hilang saat kejadian berlangsung. Pada pukul 13.30 WIB, tim SAR gabungan menemukan salah satu korban bernama Dafi (20 tahun).
Warga Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di titik berjarak sekitar 4,5 kilometer (km) dari lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Arosuka.
Sementara itu, pencarian masih terus dilakukan terhadap Algusral (59), warga Jorong Pasar Usang, Nagari Koto Gadang Guguak, yang hingga kini belum ditemukan. Operasi ini melibatkan 631 personel gabungan dari berbagai unsur. Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari kendaraan rescue, ekskavator, perahu SAR, peralatan mountaineering, alat ekstrikasi dan medis, hingga drone termal.
Baca Juga: Akses Solok-Padang Terputus Akibat Galodo, Pengendara Dialihkan via Padangpanjang
Kerusakan Meluas, Puluhan Jiwa Mengungsi
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, menjelaskan, tim reaksi cepat gabungan langsung bergerak begitu laporan diterima dari staf Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah).
“Banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Sabtu. Tim gabungan langsung bergerak melakukan penyisiran dan evakuasi begitu laporan diterima,” kata Nopelius.
Dari sisi kerusakan, tercatat 11 kantor pemerintahan terdampak, antara lain kantor DPMN, DPUPR, Dinas Pariwisata, BKPSM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pos Damkar, Labor PU, Ruang Sidang DPRD, Inspektorat, dan Setwan. Bencana juga merusak dua jembatan, 70 rumah warga, tiga ruas jalan, serta 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor.
Baca Juga: Ribuan Hotspot Karhutla Sumsel Penyebab Asap Selimuti Riau, Anak Sekolah di 6 Kabupaten/Kota Libur
Sebanyak sembilan kepala keluarga dengan 32 jiwa kini mengungsi di dua titik, yakni delapan KK dengan 26 jiwa di rumah dinas Wakil Bupati Solok, dan satu KK dengan enam jiwa di lingkungan RSUD Arosuka. “Pendataan dampak dan penanganan darurat masih terus berlangsung hingga saat ini. Kami memastikan seluruh warga terdampak mendapat pendampingan,” ujar Nopelius.
BPBD Solok mencatat kebutuhan mendesak bagi pengungsi antara lain selimut, sembako, makanan siap saji, serta kebutuhan khusus perempuan dan bayi, dan telah membuka posko penyaluran bantuan bagi masyarakat yang ingin berdonasi.
Posko DVI dan Rekayasa Lalulintas
Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Solok mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) Ante Mortem di RSUD Arosuka pada Selasa (22/9) untuk membantu identifikasi korban.
Baca Juga: Edi Palue dan Black Ende Tewas dalam Bentrok Dua Kelompok di Jembatan III Barelang, 9 Luka-Luka
Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyebut posko ini penting bagi keluarga yang mencari anggota keluarganya yang hilang atau terdampak melalui pengumpulan data pembanding seperti rekam medis dan sidik jari.
Kapolres Solok, AKBP Rini Anggraini, menambahkan bahwa seluruh satuan fungsi kepolisian difokuskan pada evakuasi, pembersihan material, dan pelayanan medis terpadu bagi warga terdampak.
Di sisi lain, Satuan Lalulintas Polres Solok memberlakukan pembatasan tonase kendaraan di Jalur Baru Kayu Aro menyusul perbaikan jalan yang mulai dikerjakan sejak Selasa (22/9).
Baca Juga: Perencanaan Terbaru Tol Bukittinggi–Sicincin, Trase Tak Lagi Lewati Kubang Putih, Exit di Pasar Amor
Kepala Satuan Lalulintas, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, menyatakan kendaraan bermuatan 10 ton ke atas dilarang melintas karena berisiko membuat jalan amblas. Jalur lama menuju Kantor Bupati Solok juga masih tertutup material galodo dan belum bisa dilalui.
“Untuk jalan lama Kantor Bupati Solok belum bisa dilewati. Alternatif lain melewati Jalur Alahan Panjang-Payung Sekaki,” kata Akbar, seraya mengimbau pengguna jalan mematuhi arahan petugas di lapangan.(cc1/rpg)
Editor : Arif Oktafian