JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kekeringan dilaporkan melanda wilayah Kepulauan Riau, tepatnya di Kampung Dompak Lama, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang. Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan sehingga kesulitan air bersih.
Atas kondisi kekeringan di Kampung Dompak Lama, Tanjungpinang ini, pemerintah daerah melalui BPBD setempat dikabarkan sudah menyalurkan air bersih sejumlah 10 ton.
Informasi ini terungkap melalui keterangan resmi BNPB RI yang diterima riaupos.jawapos.com melalui Plt Kepala Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan, PhD, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Sidang Mantan Bendahara PAN Pelalawan Hadirkan Saksi Penangkap, BB untuk Pakai Sendiri
Dijelaskan, berdasarkan laporan dari BPBD Kepulauan Riau, kondisi kekeringan terjadi akibat musim kemarau panjang yang menyebabkan krisis air bersih bagi masyarakat di Kampung Dompak Lama, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari mengalami keterbatasan.
"Kekeringan tersebut menyebabkan sebanyak 200 kepala keluarga (KK) terdampak. Tidak terdapat kerugian materiil maupun laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut," ungkapnya dalam keterangan tersebut.
Lebih lanjut, dijelaskan sebagai upaya penanganan, BPBD Provinsi Kepulauan Riau telah menyalurkan sebanyak 10 ton air bersih dengan menggunakan truk tangka air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Jalur Toduang Bakotat Dilayur, Masyarakat Pauh Angit Sambut Pj Bupati Kuansing Muklisin
"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering di masa musim kemarau saat ini. Untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, isi cadangan air saat pasokan masih tersedia, gunakan air sesuai kebutuhan," imbaunya.
Di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering, BNPB juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah terjadinya karhutla.
"Masyarakat diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan bara api telah padam sempurna sebelum meninggalkan lokasi pembakaran," pesannya.
Editor : Eka G Putra