Kota Padang Kembali Diterjang Banjir, Dua Kecamatan Ini Terdampak Cukup Parah

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:47 WIB
Sungai Lubuk Minturun di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto meluap setelah hujan deras mengguyur Kota Padang, Sabtu (10/10/2026) sore. (Padang Ekspres)
Sungai Lubuk Minturun di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto meluap setelah hujan deras mengguyur Kota Padang, Sabtu (10/10/2026) sore. (Padang Ekspres)

PADANG (RIAUPOS.CO) - Sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diterjang banjir pada Sabtu (10/10/2026). Ini setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu siang. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, dua kecamatan yang terdampak cukup parah adalah Koto Tangah dan Kuranji.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan petugas masih memprioritaskan penyelamatan warga yang terjebak banjir di sejumlah lokasi terdampak.

“Fokus kita saat ini melakukan evakuasi warga yang terjebak,” ujar Hendri, Sabtu (10/10/2026).

Di Kecamatan Kuranji, kawasan Guo Lapau Munggu dilaporkan menjadi salah satu titik yang mengalami dampak cukup parah. Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, banjir merendam kawasan Lumin Park dan Kampung Apa.

 Baca Juga: Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau: SMA IT Abdurab Tampil Dominan, Bangkinang Kota Tak Berkutik

Hendri menjelaskan, laporan yang diterima BPBD sejauh ini berasal dari kedua kecamatan tersebut.

“Sejauh ini laporan dari dua kecamatan. Kecamatan Kuranji dan (Kecamatan) Koto Tangah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, banjir juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Kota Padang. Namun, tingkat dampaknya tidak separah kawasan Guo di Kecamatan Kuranji dan Lumin Park di Kecamatan Koto Tangah.

“Terparah di sana. Memang ada di daerah lain, namun tidak separah lokasi-lokasi itu (Guo Kuranji dan Lumin Park),” pungkasnya

Bencana ini mendapat perhatian dari Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN, Athari Gauthi Ardi. Dia meminta keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi prioritas dalam penanganan bencana.

Baca Juga: Maximo Quiles Juara Moto3 Indonesia 2026, Veda Ega Pratama Finis di Posisi Keenam

Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Sumbar I tersebut juga mendorong agar proses evakuasi dilakukan secara cepat dan tepat, terutama terhadap warga yang masih terjebak banjir dan membutuhkan pertolongan segera.

“Dalam situasi seperti ini, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Warga yang terdampak perlu segera mendapatkan pertolongan dan dipastikan berada di tempat yang aman,” kata Athari kepada wartawan, Ahad (11/10/2026).

Athari menilai, kehadiran petugas di lokasi bencana sangat penting untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan sesuai kebutuhan. Perhatian khusus, menurutnya, perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.

“Jangan sampai ada warga yang kesulitan mendapatkan bantuan. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat berlindung harus diperhatikan agar masyarakat bisa melewati kondisi darurat ini dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga: Festival Sastra Tapak Bayang 2026 (Bagian 2), Membaca Hantu Padang, Membaca Sebuah Perjalanan Puisi

Selain penanganan pada masa darurat, Athari mengingatkan pentingnya upaya pemulihan setelah banjir mulai surut. Ia berharap masyarakat terdampak memperoleh pendampingan yang diperlukan agar dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman.

“Setelah kondisi mulai membaik, masyarakat juga perlu mendapat perhatian agar bisa kembali beraktivitas dengan aman. Kita berharap seluruh warga terdampak diberi keselamatan dan situasi segera pulih,” tegasnya.***

Editor : Edwar Yaman
Sumber : Padang Ekspres, jawapos.com
kota padang Kuranji banjir padang Koto Tangah