Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ALAMAK!!! Takut Keluar

R
Penulis: Redaksi❯
ALAMAK!!! Takut Keluar
ALAMAK!!! Takut Keluar

Advertisement

Samsul sudah beberapa hari ini tak kelihatan batang hidungnya. Biasanya mudah ditemui dan ikut bercengkerama bersama kawan-kawannya. Namun belakangan, Samsul seperti menghilang ditelan bumi.

Kawan-kawannya pun mulai bingung. Ke mana gerangan Samsul pergi? Berbagai dugaan bermunculan. Jangan-jangan sedang sibuk. Atau mungkin sedang malas berjumpa dengan kawan-kawan.

Rasa penasaran akhirnya membuat Andi mengambil inisiatif. Ia pun menelepon Samsul untuk memastikan keberadaannya.

Advertisement

”Sul, di mana? Lama tak nampak,” tanya Andi melalui telepon.

Jawaban Samsul ternyata di luar dugaan.

Advertisement

”Aku takut mau keluar,” jawab Samsul.

Andi pun terdiam sejenak. Bukan karena suara Samsul hilang, tetapi karena alasan yang disampaikan cukup membuatnya kaget.

Rupanya, Samsul memilih bertahan di dalam rumah lantaran kondisi udara sedang tidak sehat akibat asap karhutla. Ia khawatir terlalu banyak menghirup asap jika keluar rumah.

Mendengar jawaban itu, Andi pun spontan berucap, ”Alamaaaaak…!!! Ternyata  takut keluar!”.

Andi pun akhirnya memahami kenapa kawannya lama tak kelihatan. Bukan menghilang, bukan pula sedang menghindar. Samsul ternyata sedang menjalankan prinsip sederhana, kalau udara tak sehat, lebih baik diam di rumah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

ALAMAK!!! Lupa Bawa Uang! 

ALAMAK!!! Lupa Bawa Uang! 

Lupa membawa dompet saat sarapan usai jogging, Roni panik. Ternyata makanannya sudah dibayarkan teman yang lebih dulu sarapan.

ALAMAK!!! Lampu Masih Menyala!

ALAMAK!!! Lampu Masih Menyala!

Alisman baru sadar lampu mobilnya masih menyala hingga pukul 08.00 WIB setelah berkali-kali mendapat kode ngedim dari pengendara lain.

ALAMAK!!! Kabut Asap!

ALAMAK!!! Kabut Asap!

Kabut asap karhutla mulai menyelimuti Pekanbaru. Warga mengeluhkan bau asap, mata perih, dan kondisi udara yang tercemar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer