
Kalau beli barang yang sudah kedaluwarsa, masih bisa dibuang atau dikembalikan kepada pemilik toko. Tapi, kalau kode pembayaran untuk urusan adminitrasi yang kedaluwarsa, alamat nasib mau merantau bisa tertunda.
Itulah yang dialami Arif, warga Kembung Luar, Kecamatan Bantan. Niat hati mau mengurus administrasi untuk kerja ke luar negeri, apa daya sinyal di kampungnya malah kalah cepat sama batas waktu pembayaran.
Seperti ini kisahnya. Semua berkas sudah siap diurus di salah satu instansi pemerintah dan hanya tinggal membayar. Sistemnya canggih, online. Arif diberi waktu dua jam.
Baca Juga: ALAMAK!!! Naik Jabatan
Masalahnya, internet di kampungnya tak secanggih sistemnya. Jaringannya mutar-mutar, loading tak habis-habis. Arif pun putar otak. Gas motor, berangkat ke kota, cari toko ritel yang ada pembayaran online.
Sampai di toko, dengan napas ngos-ngosan dan harapan menggunung di benaknya, dia sodorkan kode pembayaran ke kasir.
Jawaban kasir singkat, padat, dan bikin lemas. ”Bang, ini sudah kedaluwarsa”.
”Alamaaaak….!!! Batas waktu hanya dua jam dan jaringan susah. Jauh-jauh dari kampung untuk bayar, sampai sini dibilang sudah kedaluwarsa,” keluh Arif, setengah tertawa, setengah mau menangis.
Baca Juga: ALAMAK!!! Kopi Rp300 Ribu
Bayangkan, bensin sepeda motornya sudah hampir habis karena perjalanan jauh. Debu jalanan sudah tebal di muka, eh yang diburu malah sudah lewat waktunya.
Terpaksa, Arif harus menunggu sehari lagi. Aplikasi harus di-reset, data diperbaiki, kode baru diterbitkan. Kalau tidak, jadwal berangkat ke seberang jadi taruhan.
Untungnya, di tengah drama kedaluwarsa itu, ada pahlawan datang. Seorang temannya yang kenal dengan pengelola administrasi, membantu membukakan kembali akses yang terkunci.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




