Apeng, pemilik salah satu kedai kopi, ramah dan sangat disiplin. Saat Bebe dan Alfath tiba, dia membahas pejabat yang terkena OTT.
Cerita mengalir tentang situasi dan kondisi saat ini. Meski sudah mengenakan baju oranye, Apengtetap berpikiran positif terhadap pejabat itu.
“Itulah perjalanan hidup,” kata Apeng
“Benar,” jawab Alfath
“Apa yang kita alami ditentukan atas apa yang kita lakukan,” sambung Apeng.
Mendengar ucapan Apeng, Alfath tersenyum dan Bebe ikut tersenyum.
Lalu Apeng sambil ikut tersenyum mengatakan, pejabat itu pernah ngopi dan makan di warungnya. Orangnya sangat ramah dan bersahaja.
“Saya ada foto bersama dengannya,” jelas Apeng.
Belum sempat Alfath dan Bebe berkomentar, Apeng menyambung ucapannya, tapi sudah saya simpan foto itu.
“Tak enak saya jadinya, suasana sedang panas atas kasus yang menimpanya,” ucap Apeng.
“Alamak, Apeng pemilik kedai kopi saja begitu waspada,” kata Alfath kepada Bebe.(mng)
Editor : Arif Oktafian