Baru-baru ini, Heri duduk santai di salah satu kafe di Pekanbaru bersama teman-temannya.
Suasana ramai. Kopi hangat menemani obrolan ngalor-ngidul, mulai dari gosip sampai rencana hidup yang entah kapan terwujud.
Saat Heri sedang tertawa ngakak, tiba-tiba matanya tertuju pada seorang cewek cantik yang
baru masuk ke kafe. Rambutnya terurai, senyumnya bikin dunia Heri serasa slow motion.
Heri pun terpaku. Mulutnya terbuka.
Otaknya nge-lag. Tangannya pun lupa tugas.
Alamaaak…! Gelas di meja jatuh dan kopi tumpah ke mana-mana.
Seluruh kafe langsung hening sedetik… lalu pecah oleh tawa. Teman-temannya sampai tepuk meja, pengunjung lain ikut cekikikan, bahkan baristanya senyum sambil geleng-geleng kepala.
Heri cuma bisa duduk kaku, wajahnya merah seperti saus sambal level 10.
Dengan suara pelan tapi pasrah, Heri berkata.
”Alamaaakk…!!! Tumpah,” katanya. Salah satu temannya nyeletuk, ”Bukan kopinya yang tumpah, Ri… fokus hidup kau yang jatuh”.
Cewek cantik itu pun menoleh dan tersenyum kecil, lalu pergi.
Sementara Heri? Masih sibuk mengelap meja dan harga dirinya ikut tumpah bersama kopi.(dof)
Editor : Arif Oktafian